Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri, Risma Janji Benahi Data Bansos

Rizky Alika
22 Desember 2020, 20:48
risma, bansos, reshuffle
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/wsj.
FOTO ARSIP: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) memaparkan proses pembangunan Pasar Turi Surabaya saat rapat dengar pendapat dengan Panja Penegakan Hukum Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2016). Presiden Joko Widodo menugaskan Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial.

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Tri Rismaharini sebagai calon Menteri Sosial menggantikan posisi Juliari Peter Batubara. Saat menjabat, Risma berjanji akan memperbaiki data penerima bantuan sosial.

Perbaikan tersebut akan dilakukan dengan menggandeng Kementerian Dalam Negeri dan perguruan tinggi di setiap wilayah. "Sehingga output atau goal bisa dilihat dan dievaluasi bersama dengan perguruan tinggi," ujar dia kata Risma di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12).

 Risma juga berjanji akan menjadikan anak terlantar dan fakir miskin sebagai prioritas dalam program pemberdayaan Kemensos. Apalagi Undang-Undang Dasar 1945 telah mengamanatkan bahwa mereka menjadi tanggungan pemerintah. 

Meski demikian, Risma berharap anak-anak terlantar tiidak hanya mengadahkan tangan, tapi juga dapat melakukan aktivitas lain. Ini lantaran mereka masih dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

Ia pun akan memastikan, seluruh anak terlantar akan mendapatkan hak untuk mengakses pendidikan dan kesehatan. Dalam hal ini, Kemensos akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan guna memenuhi hak warga yang mengalami masalah sosial.

"Kami ingin semua anak-anak mendapatkan hak akses pendidikan dan kesehatan," kata Risma.

Risma juga menyampaikan rencananya untuk memberdayakan masyarakat miskin. Sebagai contoh, ia akan memberdayakan kepala keluarga yang tak mampu untuk membentuk koperasi di tingkat kecamatan atau kelurahan.

Kemudian, ia juga akan memberikan program pertanian dengan cara sederhana untuk meningkatkan pendapatan penduduk kelompok bawah. Program ini akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian.

Ia memastikan, penekanan kemiskinan hingga masalah sosial lainnya bisa ditangani secara komprehensif bila dilakukan secara bersama-sama antar kementerian. "Harus melakukannya bersama kementerian lain," ujar Risma.

Seperti Juliari, Risma merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Wanita kelahiran Kediri, 20 November 1961 ini telah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode atas dukungan Partai Banteng.

Risma merupakan wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah, yakni pada periode pertama 2010-2015 dan periode kedua 2015-2020.

Dia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Kediri dan lulus pada tahun 1973. Ia melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Surabaya dan lulus pada tahun 1976. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 5 Surabaya dan lulus pada tahun 1980. 

Ia lalu melanjutkan pendidikan sarjana di jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan lulus pada tahun 1987. Kemudian, pada 2002 ia lulus pendidikan pascasarjana Manajemen Pembangunan Kota di kampus yang sama. 

Pada 4 Maret 2015, Risma mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa yang diberikan dari bidang Manajemen Pembangunan Kota di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS.

Selama memimpin Surabaya, ia pernah menerima penghargaan Adipura pada tahun 2011, 2012, 2013, dan 2014 untuk kategori kota metropolitan. Selain itu, ia berhasil menjadikan Surabaya jawara Asia Pasifik pada tahun 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan.

Reporter: Rizky Alika

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...