Kartu Prakerja Gelombang 15 Dibuka Siang Ini, Kuota 600 Ribu Peserta
Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja telah mengumumkan penerima kartu prakerja pada gelombang 14. Selanjutnya, PMO akan membuka pendaftaran kartu prakerja gelombang 15 hari ini (18/3) pukul 12.00 WIB.
"Betul (pendaftaran dibuka hari ini pukul 12.00). Kuota 600.000 peserta," kata Head of Communication Manajemen Kartu Prakerja Louisa Tuhatu, Kamis (18/3).
Berdasarkan Instagram resmi kartu prakerja, penerima kartu prakerja gelombang 14 telah diumumkan melalui SMS. Peserta yang lolos pada gelombang tersebut bisa mengecek dashboard akun Prakerja untuk memastikan dana pelatihan sudah tersedia.
Sebagai informasi, PMO akan menggandeng pihak lain untuk memastikan identitas pendaftar. Salah satu yang akan diajak bekerja sama adalah PT Asabri (Persero) untuk mengetahui Nomor Induk Kependudukan (NIK) pendaftar bukan anggota TNI dan Polri. Bila peserta telah memenuhi syarat umum, PMO akan melakukan pemilihan secara acak untuk menentukan peserta yang lolos seleksi.
Persyaratan pendaftaran kartu prakerja masih sama dengan tahun lalu, yaitu Warga Negara Indonesia, 18 tahun ke atas, dan tidak sedang mengikuti pendidikan formal. Kemudian, program ini ditujukan kepada pencari kerja, penganggur, pekerja, dan wirausaha yang terdampak pandemi Covid-19.
Apa saja benefit yang diterima oleh peserta Program Kartu Prakerja? Simak Databoks berikut:
Namun, program kartu prakerja tidak dapat diikuti oleh pejabat negara, TNI/Polri, ASN, Anggota DPR/DPRD, BUMN/BUMD, Kepala Desa dan perangkat desa, dan Pejabat BUMN/BUMD. Untuk mendorong pemerataan, kartu prakerja tidak bisa diikuti oleh penerima bantuan dari pemerintah dan duplikasi penerima bansos.
Program ini juga tidak dapat diberikan kepada penerima Bansos Kemensos sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penerima Bantuan Subsidi Upah, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) maupun penerima Kartu Prakerja tahun 2020. Selain itu, penerima kartu prakerja dibatasi maksimal hanya 2 anggota keluarga per kartu.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan, program ini sejatinya terbuka bagi siapa saja. “Ini program untuk semuanya. Siapa pun boleh ikut, yang lulus SMA, SMK, lulusan perguruan tinggi, yang drop out (DO) pun juga silakan,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada penerima Kartu Prakerja di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/3).
Namun, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah memprioritaskan program ini bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. “Saat ini memang diberi prioritas, yang diutamakan adalah yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).”
Hingga saat ini telah ada 55 juta orang yang mendaftar kartu prakerja. Namun hingga Maret 2021, jumlah penerima manfaat kartu prakerja hanya 6,7 juta orang.
