Jokowi Akan Lantik Dewas KPK Pengganti Artidjo Alkostar Sore Ini

Rizky Alika
28 April 2021, 10:31
jokowi, kpk, kabinet, reshuffle
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kedua kiri) bersama anggota Dewan Pengawas Syamsuddin Haris (kedua kanan), Presiden Joko Widodo pada Rabu (28/4) dikabarkan akan lantik Anggota Dewas KPK pengganti Artidjo yang meninggal dunia

Presiden Joko Widodo akan melantik empat pejabat di Kabinet pada Rabu (28/4) sore. Selain dua menteri dan satu kepala lembaga, Jokowi juga akan mengambil sumpah Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pengganti Artidjo Alkostar yang meninggal dunia.

Dari kabar yang beredar, mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji menjadi kandidat Dewas. Namun Anggota Dewas Syamsuddin Haris ketika dikonfirmasi mengatakan baru tahu jika Indriyanto akan menjadi koleganya. "Menurut berita begitu, kami baru tahu dari media," kata Syamsuddin kepada Katadata.co.id, Rabu (28/4).

Sedangkan sumber di pemerintahan  mengatakan, Nadiem Makarim masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan fungsi riset dan teknologi. Begitu pula Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Bahlil Lahadalia akan diangkat menjadi Menteri Investasi.

Selain itu, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc akan menduduki posisi Kepala BRIN. Kepala BRIN saat ini, Bambang Brodjonegoro pun memastikan tidak akan meneruskan jabatan tersebut. "Tidak (menjabat sebagai Kepala BRIN)," kata Bambang saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (27/4).

Sementara, Handoko tidak membantah kabar bahwa ia akan menjabat sebagai Kepala BRIN. "Mohon maaf, tunggu dulu hari ini," ujar dia.

Padahal baik politisi maupun Istana Kepresidenan sebelumnya mengatakan pengumuman Menteri baru akan dilakukan usai lebaran. Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan proses tersebut tak bisa berjalan dalam waktu singkat.

"Kami bukan menduga-duga. Hampir dapat dipastikan setelah Lebaran," kata Eriko saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (27/4).

Presiden saat ini tengah fokus pada penanganan KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Kemudian, Kepala Negara juga masih mengutamakan pemulihan bencana alam di sejumlah daerah, seperti banjir Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bantuan sosial harus didahulukan, harus diutamakan," ujar dia.

Bila dari kalangan profesional, Jokowi harus memastikan calon menteri memiliki rekam jejak yang baik serta bisa mengambil keputusan tepat di tengah pandemi Covid-19. Jika calon menteri dari partai politik, Presiden harus berdiskusi dengan pimpinan partai terkait.

Ia juga menyarankan pelantikan menteri tidak dilakukan secara terburu-buru. Sebab, tidak ada urgensi untuk melantik Menteri Investasi maupun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan segera.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rizky Alika

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...