Hampir 60% Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Berada di Luar Jawa-Bali

Rizky Alika
13 September 2021, 21:56
Covid-19, PPKM
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL/wsj.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/7/2020).

Pemerintah terus berupaya menekan angka kasus aktif Covid-19. Kasus aktif di luar Jawa-Bali hingga 12 September memberikan kontribusi sebesar 59,46% terhadap kasus aktif nasional.

"Kasus nasional yang 12 September kemarin luar Jawa-Bali kontribusi terhadap kasus aktif 59,46 persen," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9).

Secara rinci, total kasus kesembuhan (recovery rate) di Sumatra mencapai 91,66%. Kemudian, tingkat kematian (fatality rate) sebesar 3,45%. Sementara itu, kasus aktif di Sumatra pada 9-12 September telah menurun 68,30%.

Di Nusa Tenggara, kasus kesembuhan mencapai 95,03% serta kematian mencapai 2,29%. Sedangkan, kasus aktif pada 9-12 September telah turun 81,66%.

Selanjutnya, capaian kasus sembuh di Kalimantan mencapai 93,21% dan tingkat kematian mencapai 3,13%. Adapun, Kalimantan berhasil menurunkan kasus aktif sebesar 74% pada 9-12 September.

Kemudian, kasus kesembuhan di Maluku dan Papua mencapai 84,29% dan tingkat kematian 1,56%. Kasus aktif di wilayah timur Indonesia itu juga menurun 38,07% pada 9-12 September.

Di Sulawesi, tingkat pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 93,54%. Sementara, tingkat kematiannya mencapai 2,58%. Kasus aktif di wilayah tersebut mengalami penurunan 73,9% selama 9-12 September.

Meski begitu, Airlangga mengingatkan adanya data Covid-19 yang perlu diperbaharui. "Terutama laur Jawa Bali karena ada kasus lebih 21 hari dan Presiden minta segera data di-cleansing (dibersihkan)," katanya.

Sementara itu, di Jawa-Bali, pemerintah memperpanjang status PPKM hingga 20 September mendatang. Provinsi Bali berhasil turun dari PPKM Level 4 menjadi Level 3. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keputusan ini diambil lantaran indikator penularan Covid-19 selama sepekan semakin membaik. Beberapa adalah penambahan kasus, perawatan pasien, dan angka kematian.

"Pemerintah akhirnya menurunkan Provinsi Bali menjadi level 3, sehingga dari 11 kota/kabupaten level 4 pada pekan lalu, hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 kota/kabupaten saja," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9).

Dia menyampaikan penerapan PPKM menunjukkan perbaikan signifikan dan capaian yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dari penurunan tren kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,5%, dan secara spesifik Jawa-Bali 96% dari titik puncak 15 Juli lalu. Jumlah kasus aktif menurun menjadi di bawah 100 ribu pada hari ini.

"Namun kehati-hatian kita sangat penting, kecepatan vaksinasi dan implementasi pedulilindungi dan protokol kesehatan masih tertinggal," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rizky Alika
Editor: Lavinda

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...