Masih Tinggi, Kasus Aktif Covid-19 RI Bertambah 479 Orang

Rezza Aji Pratama
8 Januari 2022, 18:49
Petugas Kesehatan menegakan topeng super hero saat menyuntikkan vaksin covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Upaya tersebut dilakukan pihak rumah sakit untuk menarik minat anak-anak
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Petugas Kesehatan menegakan topeng super hero saat menyuntikkan vaksin covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Upaya tersebut dilakukan pihak rumah sakit untuk menarik minat anak-anak mengikuti vaksinasi Covid-19.

Tren peningkatan kasus baru Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Data Kementerian Kesehatan mencatat, tambahan kasus harian Covid-19 pada Sabtu (8/1) mencapai 479 kasus.

Dengan tambahan tersebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 4.265.666 kasus. Tambahan kasus hari ini lebih rendah jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang bertambah 518 kasus. Kasus positif hari ini berasal dari pemeriksaan terhadap 278.688 orang. 

Sebanyak 22 provinsi mencatatkan tambahan kasus Covid-19 pada Sabtu. Kasus tambahan paling banyak terjadi di DKI Jakarta dengan 278 kasus diikuti oleh Kepulauan Riau dan Banten masing-masing 57 dan 33 kasus. Sementara itu, kasus nihil Covid-19 terjadi di 12 provinsi seperti Aceh, Maluku, dan Gorontalo. 

Tren penularan Covid-19 terlihat sedikit melandai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Pada Jumat (7/1), DKI Jakarta misalnya mencatatkan 300 kasus tambahan sedangkan Kepulauan Riau memiliki 60 kasus tambahan Covid-19.

Sementara itu, enam orang pasien Covid-19 meninggal dunia pada hari ini. Kasus kematian paling banyak terjadi Jawa Timur dengan tiga kasus. Adapun tiga kasus lainnya terjadi di Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Utara. 

Pemberian vaksin juga terus meningkat. Dosis 1 bertambah 760.632 suntikan, sedangkan dosis 2 bertambah 655.024 suntikan. Dengan demikian, cakupan vaksinasi saat ini sudah mencapai 208,27 juta dosis. 

Kekhawatiran peningkatan kasus baru juga dipicu oleh merebaknya varian Omicron. Kementerian Kesehatan melaporkan kasus infeksi varian Covid-19 itu meningkat 57 menjadi 318 orang pada Jumat (7/1). 

Tambahan tersebut terdiri dari 50 perjalanan luar negeri dan tujuh merupakan transmisi lokal. Secara total, kasus yang disumbangkan pelaku perjalanan luar negeri mencapai 295 orang, sedangkan 23 adalah penularan di dalam negeri. 

Kemenkes juga menyatakan bahwa mayoritas kasus Omicron yang ditemukan pada pasien yang telah menjalani vaksinasi Covid-19. “Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi,” bunyi keterangan tertulis Kemenkes, Sabtu (8/1).

 Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan sebanyak 99% kasus Omicron yang telah diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. Selain itu, sebanyak 4,3% kasus positif yang ditemukan memiliki penyakit komorbid seperti diabetes melitus serta hipertensi. Adapun 1% pasien memerlukan terapi dengan oksigen. 

Kemenkes juga merekomendasikan perubahan tata laksana perawatan pada pasien yang tak menunjukkan gejala ataupun bergejala ringan. Contohnya dengan menambahkan pengobatan menggunakan Molnupiravir dan Paxlovid. 

“Perlu persiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri,” katanya.

Reporter: Rezza Aji Pratama

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...