Kemenkes Kaji Pemberian Vaksin Covid-19 Booster Dosis Keempat
Pemerintah tengah menjalankan program vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Kementerian Kesehatan juga tengah mengkaji kemungkinan vaksin corona dosis keempat.
Namun Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi belum bisa memastikan kans pemberian dosis keempat tersebut. "Masih dibahas dulu sama para ahli," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada Katadata.co.id, Rabu (23/2).
Ide booster keempat ini awalnya terlontar dari Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Herbuwono dalam acara daring yang digelar Kemenkes siang tadi. Namun hal tersebut akan dilakukan jika ada bukti ilmiah yang memadai.
Sebagai informasi, sejumlah negara telah melakukan vaksinasi corona dosis keempat. Mengutip dari CNN pada Rabu (23/2), Israel menjadi negara pertama yang mengumumkan pemberian suntikan keempat kepada lansia, tenaga medis, dan pasien gangguan imun pada Desember lalu.
Swedia juga telah mengumumkan rekomendasi suntikan dosis keempat untuk usia 80 tahun ke atas. Sementara, Korea Selatan telah berencana memberikan dosis keempat untuk kelompok dengan risiko tinggi pada bulan ini.
Sedangkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) masih terus mengkaji data Covid-19 dan variannya. "Ini untuk mengevaluasi potensi utilitas dan komposisi dosis penguat," kata Juru Bicara FDA Alison Hunt.
Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA Peter Marks mengatakan masih ada banyak ketidakpastian tentang bagaimana perkembangan pandemi. Namun, ia mengatakan kemungkinan pemberian vaksin dosis keempat bisa dilakukan pada musim gugur.
"Kami akan terus mengevaluasi ilmu pengetahuan yang berubah dengan cepat dan terus memberi informasi kepada publik,” tulis Hunt.
Sedangkan Indonesia telah memulai pemberian vaksinasi booster Covid-19. Presiden Joko Widodo memerintahkan percepatan vaksinasi booster serta menerapkan protokol kesehatan dalam mencegah corona.
"Kasus sekarang ini sedang naik sehingga diperlukan percepatan vaksinasi terutama untuk lansia dan anak," kata Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di 12 provinsi melalui konferensi video, Kamis (17/2).
