Jokowi Minta Pencegahan Stunting Dilakukan Mulai dari Calon Pengantin

Rizky Alika
24 Maret 2022, 14:23
jokowi, stunting, gizi
Setpres
Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pabrik baru Hyundai Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (16/3).

Pemerintah menargetkan angka prevalensi kekerdilan atau stunting pada 2024 berada di bawah 14 persen. Untuk itu, Presiden Joko Widodo meminta langkah pencegahan dilakukan mulai dari calon pengantin.

Menurutnya, belum tentu semua pengantin tahu upaya pencegahan stunting pada anak. Meskipun mereka memiliki uang, kekerdilan tetap menghantui apabila orang tua tidak mengetahui cara pencegahannya.

Advertisement

"Calon pengantin harus disiapkan agar mereka tahu apa yang harus disiapkan sebelum nanti menikah dan sebelum nanti hamil," kata Jokowi di Desa Kesetnana, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (24/3).

Untuk itu, perlu pendampingan calon pengantin terkait dengan gizi anak. Kepala Negara pun meminta gubernur, bupati, hingga wali kota untuk mengejar target penurunan stunting.

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakan, intervensi tidak hanya terkait pemberian makanan tambahan hingga gizi anak, namun sampai rumah layak huni hingga penyediaan air. "Di NTT ini urusan air bukan perkara yang mudah. Itu juga dikerjakan terpadu," ujar dia.

Tanpa kerja sama dari berbagai pihak, Presiden memperkirakan sulit untuk mencapai target angka stunting pada 14%. Adapun, penurunan angka stunting itu dinilai perlu untuk menentukan majunya suatu negara.

Halaman:
Reporter: Rizky Alika
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement