KIB Sungkan Dukung Ganjar Pranowo karena Kader PDIP
Nama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, tengah melejit dalam bursa bakal calon presiden (capres) setelah menjadi salah satu nama yang akan diusung Partai Nasdem. Sebelumnya, Ganjar juga kerap berada pada tiga nama dengan elektabilitas tertinggi pada beberapa jajak pendapat lembaga survei.
Meski demikian, kondisi ini tak lantas membuatnya jadi incaran partai politik untuk menjadi bakal capres mereka. Sejauh ini, baru Nasdem yang mengusung Ganjar sebagai salah satu dari tiga nama yang ditetapkan pada Rakernas partai Jumat (17/6) pekan lalu. Nama lainnya adalah Anies Baswedan dan Jenderal Andika Perkasa.
PDIP pun belum mengumumkan bakal capres mereka, karena masih menunggu keputusan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Hal serupa juga terjadi pada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Koalisi yang sedang gencar mencari sosok yang tepat sebagai pasangan bakal capres dan calon wakil presiden (cawapres), melihat peluang untuk mengusung Ganjar sangat kecil, karena mereka tak mau pasangan capres-cawapres KIB berasal dari partai di luar koalisi Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
“Pak Ganjar itu kan kader politik lain, dalam hal ini PDI Perjuangan. Kan tidak pas, tidak etis rasanya kalau katakanlah kita usung Pak Ganjar,” ujar Wakil Ketua PPP, Arsul Sani, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/6).
Jika KIB mengusung Ganjar sebagai capres, Arsul khawatir dapat mengakibatkan hubungan yang kurang baik di antara partai politik. Terlebih, ketiga partai inisiator KIB tergabung ke dalam koalisi pemerintahan, sama seperti PDIP.
Meski demikian, Arsul menjelaskan bahwa penjajakan untuk menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih sangat cair. Oleh sebab itu, KIB masih membuka peluang bagi seluruh tokoh potensial untuk menjadi bakal capres mereka, termasuk tiga nama yang telah diumumkan Nasdem.
Dalam hal penjajakan dengan Nasdem, Arsul menyampaikan bahwa para ketua umum dan jajaran elit partai politik di KIB telah menjalin komunikasi dengan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.
“Saya kemarin makan bareng. Jadi komunikasi itu terus,” ujarnya.
Untuk memutuskan satu nama yang akan diusung, PPP sebagai bagian dari KIB akan menentukan bakal capres melalui dua metode survei, yaitu survei daratan dan langitan. Survei daratan merujuk pada hasil berbagai lembaga survei. “Kalau survei langitan itu kira-kira istikharah-lah,” kata Arsul.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengungkapkan bahwa partainya tengah mencari sosok yang cocok untuk mendampingi Cak Imin yang diusung sebagai capres. Menurutnya, dalam dunia politik diperlukan eksistensi dari tiga kalangan, yaitu politisi, pengusaha, dan para jenderal.
Selain PPP, PKB juga sebelumnya telah mengungkapkan telah menutup kemungkinan mengusung Ganjar. Jazilul mengatakan bahwa PKB masih membuka opsi mengenai capres-cawapres. “Pak Ganjar kan kader PDIP. Tidak berani kita,” katanya saat ditemui di Kompleks Parlemen pada Kamis (9/6).
Sejauh ini, PKB tengah menjajaki beberapa nama untuk menjadi bakal capres. Pada pertemuan Sabtu (18/6) lalu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar telah menemui Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Usai pertemuan, kedua partai menyatakan sikap akan menjalin kerja sama.
Jazilul pun menyebut kedua partai akan menjajaki kemungkinan mengusung pasangan Prabowo - Cak Imin.
Tak hanya itu, manuver lain juga sedang dilakukan PKB untuk mendekati Anies Baswedan. Hal ini semakin terlihat ketika pada Minggu (12/6) lalu, Jazilul mengunggah gambar Cak Imin bersanding dengan Anies. sebagai pasangan capres dan cawapres.
Di dalam unggahan ini terdapat tulisan ‘Bersatu untuk Umat Capres dan Cawapres 2024 Koalisi Semut Merah’. Tak lupa, terdapat pula lambang PKB dan PKS di sudut atas gambar tersebut. “Bersatu untuk umat. Bismillah,” kata Jazilul dalam unggahan tersebut.
