Periksa Bos ACT, Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Umat

Image title
8 Juli 2022, 16:40
act, polisi, donasi
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc.
Suasana kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulsel di, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/7/2022).

Dugaan penyelewengan dana umat oleh yayasan filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini tengah dalam tahap penyelidikan oleh Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Penyelidikan tersebut dilakukan berdasarkan laporan informasi nomor LI92/VII/Direktorat Tindak PidanaEksus.

Sebagai bagian dari upaya penyelidikan, tim penyidik pun memanggil eks Presiden ACT, Ahyudin dan Presiden ACT, Ibnu Khajar pada Jumat (8/7). Selain keduanya, tim penyidik juga memanggil jajaran pengurus ACT bagian keuangan dan manajer proyek.

Advertisement

“Semuanya diminta keterangan hari ini sesuai dengan jadwal,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri, Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan di Mabes Polri pada Jumat (8/7).

Ramadhan menyampaikan bahwa ACT berhasil mengumpulkan hingga ratusan miliar setiap tahunnya. Uang tersebut terkumpul dari berbagai program seperti pemulihan pasca bencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat serta program berbasis spiritual seperti kurban, zakat dan wakaf.

Selain itu, ACT juga membuka donasi kepada masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan kemanusiaan. Kemudian dana juga diperoleh dari program kemitraan dan corporate and social responsibility (CSR).

Dalam penggunaan dana hasil donasi tersebut, ACT diduga menyelewengkannya untuk keperluan pribadi jajaran pengurus. Kemudian terdapat pula indikasi bahwa ACT menggunakan dana tersebut untuk aktivitas terlarang, seperti terorisme.

“Tentu dugaan-dugaan ini akan didalami ditelusuri dan diselidiki. Masih dalam tahap penyelidikan,” kata Ramadhan.

Halaman:
Reporter: Ashri Fadilla
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement