Mendag Bidik Misi Dagang ke Nigeria hingga India untuk Genjot Ekspor

Andi M. Arief
19 Oktober 2022, 13:58
ekspor, india, nigeria, perdagangan
Instagram Zul Hasan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan

Kementerian Perdagangan  akan fokus menyasar ekspor produk asal Indonesia ke pasar non tradisional pada masa depan. Beberapa pasar yang dimaksud adalah negara-negara di Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa Timur, dan Amerika Latin.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan strategi tersebut dilakukan dalam menghadapi perlambatan ekonomi dunia. Selain itu langkah ini diharapkan mampu meningkatkan surplus neraca perdagangan pada masa depan.

"Sampai akhir tahun, saya akan datang ke India, Bangladesh, Mesir, dan Nigeria. Akan datang ke sana bawa misi dagang dengan teman-teman pelaku UMKM, Kadin, dan sebagainya," kata Zulkifli di pembukaan acara Trade Expo Indonesia 2022 di Indonesia Convention Exhibition, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (19/10).

Zulkifli menekankan potensi pasar di Nigeria mencapai 200 juta orang. Menurutnya, beberapa komoditas yang bisa menembus pasar Nigeria adalah garmen, alas kaki, kerudung, dan makanan.

Secara umum, Zulkifli mencatat potensi pasar di Benua Afrika mencapai 1 miliar orang dan memiliki potensi besar. Potensi ini terlihat dari banyaknya tamu undangan Trade Expo Indonesia yang datang dari negara-negara di Benua Afrika.

Zulkifli mengatakan penetrasi pasar negara-negara di Benua Afrika merupakan dampak dari Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Perjanjian tersebut membuat barang-barang Indonesia yang sampai ke UAE tidak dikenakan bea masuk.

Zulkifli telah meneken IAUE-CEPA pada 1 Juli 2022 dan berharap DPR dapat meratifikasi perjanjian ekonomi sebelum Presiden UAE Mohammed bin Zayed Al Hayan datang ke Indonesia. Sebagai informasi, Presiden MBZ akan mengunjungi Solo pada 17 November 2022.

Dengan berlakunya IUAE-CEPA, Zulkifli mengatakan barang-barang asal dalam negeri yang dipasarkan ke negara-negara di Benua Afrika, Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Eropa Timur tidak dikenakan tarif. Pasalnya, UAE telah memiliki perjanjian dagang dengan pasar-pasar tersebut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2022 dapat lebih dari 5% - 5,4%. Optimisme tersebut berasal dari beberapa indikator ekonomi pada Januari-September 2022.

Kepala Negara mencatat surplus neraca perdagangan pada Januari-September 2022 mencapai US$ 39,8 miliar. Selain itu, nilai kredit naik 10,7% dan indeks kepercayaan konsumen ada di posisi 124,7.

"Sekali lagi, dalam kondisi yang sangat-sangat-sangat sulit seperti ini, kerja keras adalah kuncinya," kata Presiden Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia 2022, Rabu (19/10).





Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...