Aksi Tim Swasta Pelacak Pandemi

Intan Nirmala Sari
29 Maret 2023, 15:00
Covid-19, pandemi, Irma Hidayana LaporCovid-19, katadata25
Katadata/Ilustrasi: Lambok Hutabarat
Ilustrasi Irma Hidayana LaporCovid-19

Kematian seorang pasien Covid-19 itu begitu memukul Irma Hidayana. Ketika itu dia sedang mendampingi orang yang positif terjangkit virus corona ini mencari rumah sakit untuk perawatan. Apa daya kematian tetap merenggut nyawanya.

“Saya pernah mendampingi warga sampai jam tiga pagi untuk dapat kamar, tapi akhirnya meninggal saat mengantre,” kata Irma, Founder Lapor Covid saat wawancara dengan Katadata.co.id beberapa waktu lalu.

Kenangan mendampingi pasien Covid-19 tersebut masih jelas melekat di ingatannya. Momen tersebut dianggap paling menyedihkan dan membuat Irma dan tim merasa gagal.

Tekanan terus berdatangan ketika menghadapi kasus Covid-19 yang makin mengganas. Berita duka terdengar setiap hari dari penjuru Tanah Air. “Kami merasa gagal, sampai harus mendapat konseling buat memulihkan. Enggak bisa kita bantu orang, kalau kita rapuh,” ujar Irma.

Saat awal pagebluk corona masuk Indonesia, dia bersama rekan-rekannya meluncurkan platform LaporCovid pada Maret 2020 untuk melacak (tracing) penyebaran virus. Mereka juga berupaya membantu pasien untuk mendapatkan akses perawatan di rumah sakit.

Saat membantu penangan Covid-19, Irma sempat geram oleh ide-ide pemerintah dalam menangani pandemi, salah satunya kabar vaksin berbayar. Atau pula vaksin mandiri seperti Vaksin Gotong Royong. “It does make it sense!”.

Ilustrasi Irma Hidayana LaporCovid-19
Ilustrasi Irma Hidayana LaporCovid-19.

Tergerak Membangun LaporCovid-19

Sejak awal mendengar Covid-19 berkembang di Wuhan 2019 silam, Irma meyakini bahwa tidak mungkin secara epidemiolog virus tersebut tak sampai ke Tanah Air. Memiliki latar belakang pendidikan terkait public health, wanita lulusan Columbia University tersebut sempat mempelajari ilmu epidemiolog selama lima semester.

Sebelum muncul laporan kasus Covid-19 pertama di Indonesia Maret 2020, Irma sudah menemukan peneliti yang membuat modeling bahwa virus sudah masuk, salah satunya melalui akses penerbangan internasional yang masih terbuka. Baru muncul dua kasus pertama Covid-19 yang dilaporkan secara sukarela, bukan hasil pengusutan oleh pemerintah.

Berdasarkan pengamatannya, sejak Desember 2019 hingga Maret 2020, pemerintah tidak melakukan active case finding. Alhasil, kondisi tersebut membangun ketidakpercayaannya. Hal itu pula banyak dirasakan rekan-rekan lain di public health. Selama periode tersebut, pemerintah dinilai kesulitan dalam mencari kasus Covid-19 di Tanah Air.

Karena itu, Irma dan sekelompok individu yang perhatian terhadap hak asasi warga dan kesehatan masyarakat di bawah Yayasan Warga Berdaya untuk Kemanusiaan membentuk LaporCovid-19. Secara khusus, aktivitas utamanya untuk merespon isu hak atas kesehatan dalam pandemi Covid-19.

Setahun kemudian, pada Juli 2021, Irma dan rekan-rekannya mengajak masyarakat untuk mengidentifikasi diri dan lingkungannya. Langkah awal adalah membuka akses komunikasi melalui chatbot LaporCovid-19 via WhatsApp. Masyarakat bisa mengidentifikasi dirinya mengacu pada gejala-gejala penyakit yang muncul.

Tak lama berselang, tim LaporCovid-19 mendapat bala bantuan dari rekan-rekan di Institut Teknologi Bandung untuk membuat platform. Sementara melalui WhatsApp mereka bisa memberikan peluang kepada masyarakat untuk melaporkan dan menginformasikan apa yang terjadi di lingkungannya. “Kontribusi mereka sangat berarti,” katanya.

Ilustrasi Irma Hidayana LaporCovid-19
Ilustrasi Irma Hidayana LaporCovid-19.

Bukan Langkah Mudah

Niat baik tak semulus harapan. Misi untuk menekan angka penularan Covid-19 tersebut mulanya tak melulu disambut baik oleh masyarakat. Bahkan, ada rekan di tim LaporCovid-19 masih tak meyakini sepenuhnya bahwa langkah yang mereka ambil akan efektif.

Halaman:
Editor: Yura Syahrul

Dalam rangka mengapresiasi para tokoh yang berkontribusi besar dalam penanganan pandemi Covid-19, Katadata menyajikan edisi khusus Katadata25. Sebanyak 25 tokoh atau lembaga kami sajikan dalam beragam konten informatif. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...