Erick Thohir Minta Pegawai KAI Diduga Ikut Terorisme Segera Dihukum

Andi M. Arief
16 Agustus 2023, 14:29
erick thohir, kai, terorisme
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan kata sambutan pada media briefing Festival Purnama di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Menteri BUMN Erick Thohir merespons pegawai PT Kereta Api Indonesia yang ditangkap atas dugaan terorisme. Erick mendukung penuh tindakan yang dilakukan aparat dengan menangkap pegawai tersebut.

Erick mengatakan dirinya telah memberikan pernyataan keras soal bahaya tindak pidana terorisme. Oleh karena itu, Erick mendorong penegakan hukum terkait pelaku terorisme.

"Tentu apa yang sudah dilakukan KAI saya dukung penuh di manapun mereka berada, termasuk di ASN maupun di sektor swasta," kata Erick pasca Sidang Tahunan MPR 2023, Rabu (16/8).

Seperti diketahui, Kepolisian melalui Densus 88 telah menangkap seorang oknum KAI yang terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat, Senin (14/8). EVP Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan siap bekerja sama dengan pihak berwenang terkait hal tersebut.

Oleh karena itu, Agus mengatakan KAI menghargai proses hukum yang kini berjalan dan akan mendukung berbagai upaya dalam pemberantasan terorisme. Menurutnya, KAI akan menindak tegas karyawannya jika terbukti terlibat kasus terorisme.

"KAI terus mengingatkan seluruh jajaran mengenai integritas dan nasionalisme, serta melakukan peningkatan pengawasan oleh fungsi terkait," kata Agus dalam keterangan resmi, Senin (14/8).

KAI dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme telah bekerja sama sejak 24 September 2023 dalam Sinergitas Pencegahan Paham Radikal Terorisme. Menurutnya, hasil kerja sama tersebut adalah kegiatan dialog wawasan kebangsaan dan anti radikalisme di berbagai kota.

Survei Indeks Potensi Radikalisme menunjukkan potensi radikalisme di dalam negeri mencapai 14% pada 2020. Survei tersebut dikerjakan oleh BNPT bersama Alvara Strategi Indonesia, The Nusa Institute, Nasaruddin Umar Office, dan Litbang Kementerian Agama.

Adapun, survei ini tidak dilakukan berkala setiap tahun. Data potensi radikalisme tercatat sebesar 55,12% pada 2017, kemudian 38,4% pada 2019, dan 14% pada 2020.


Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...