Top News: Daftar Startup Tutup di RI, Megawati Minta KPK Dibubarkan

Aryo Widhy Wicaksono
23 Agustus 2023, 05:50
Ilustrasi startup digital
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Ilustrasi startup digital. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Startup properti Rumah.com telah mengumumkan untuk menutup layanan pada 30 November mendatang. Perusahaan rintisan di bawah Propertyguru ini juga melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK terhadap 61 karyawan.

Selain menutup Rumah.com, startup properti yang berbasis di Singapura ini, juga akan menghentikan layanan Fastkey di Indonesia mulai 31 Juli 2024.

Proyek Fastkey merupakan pasar serba ada yang menghubungkan mitra agen properti dengan lebih dari 500 proyek regional. Propertyguru juga akan menutup layanan serupa di Malaysia dan Singapura pada 15 Oktober 2024.

Penutupan Rumah.com menambah daftar startup yang menutup layanan mereka di Indonesia.

Startup yang tutup layanan tahun ini menjadi salah satu artikel terpopuler atau Top News Katadata.co.id. Selain artikel tersebut, simak juga rencana Kementerian BUMN untuk menyatukan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, serta pidato terbaru Megawati yang mengkritik beragam hal.

Berikut Top News Katadata.co.id:

1. Daftar Startup Tutup di Indonesia: Gim, Properti hingga Kripto

Jumlah startup tutup di Indonesia bertambah. Kini giliran perusahaan rintisan properti Rumah.com.

“Bisnis marketplace kami di Indonesia, yang beroperasi sebagai Rumah.com, akan berhenti beroperasi pada 30 November,” kata Group CEO sekaligus Managing Director PropertyGuru, Hari. V. Krishna, dalam surat terbuka kepada karyawan, dikutip Senin (21/8).

“Keputusan ini tidak kami ambil dengan mudah. Kami menyadari dampaknya terhadap karyawan Rumah.com dan pelanggan yang berharga, yang telah kami layani selama lebih dari satu dekade,” Hari menambahkan.

Hari menyampaikan, perusahaan akan terus melayani para agen dan mitra pengembang dari Rumah.com untuk memastikan gangguan seminimal mungkin terhadap operasional bisnis. Setelah itu, mengembalikan fee yang telah dibayar sesuai kontrak masing-masing.

Ketahui lebih lengkap mengenai daftar startup tutup dan bangkrut di Indonesia.

2. BUMN Berencana Mergerkan Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana untuk melakukan penggabungan usaha alias merger tiga perusahaan aviasi pelat merah. Ketiganya yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), Pelita Air, dan Citilink.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kementerian terus mengupayakan agar biaya logistik di Indonesia terus menurun sehingga semakin meringankan dunia bisnis.

Untuk itu, ia mendorong agar efisiensi terus menjadi agenda utama pada perusahaan-perusahaan milik negara yang dipimpinnya.

Setelah melakukan rangkaian program efisiensi pada empat Pelindo, Erick menegaskan akan melanjutkan ke BUMN pada klaster lain, yaitu maskapai penerbangan.

Saat ini, terdapat tiga BUMN yang bergerak di bidang penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.

Erick menyebut Indonesia masih kekurangan sekitar 200 pesawat. Perhitungan itu diperoleh dari perbandingan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Simak penjelasan lengkap Erick Thohir mengenai rencana merger Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air.

3. BUMN Targetkan Restukturisasi Utang Waskita Karya Selesai Agustus Ini

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan restrukturisasi utang PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kepada perbankan akan selesai Agustus ini.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, saat ini Waskita Karya tengah bernegosiasi dengan bank untuk menyelesaikan utangnya.

“Kita harusnya selesai Agustus ini, paling lambat November. Bank hampir semua cukup mendukung restrukturisasi Waskita kita lagi diskusi dengan pemegang obligasinya,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/8).

Pria yang akrab disapa Tiko tersebut mengatakan, 85% perbankan sudah sepakat dengan skema yang sekarang. Ia berharap pada proses selanjutnya, negosiasi dengan pemilik obligasi dan vendor akan mencapai titik temu.

Ketahui lebih banyak mengenai target restrukturisasi utang Waskita Karya.

4. Kepemilikan GPF di GoTo Bertambah Sebanyak 794,8 Juta Saham

Goto Peopleverse Fund (GPF) menambah porsi kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tak tanggung-tanggung GPF menambahnya hingga sebanyak 794,82 juta saham. Aksi tersebut dibantu oleh PT Stockbit Sekuritas Digital dan PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Berdasarkan data KSEI di keterbukaan informasi BEI Selasa (22/8) disebutkan bahwa per tanggal 18 Agustus 2023, GPF memiliki tabulasi saham GOTO sebanyak 72,88 miliar saham atau setara dengan 6,15%. Padahal sebelumnya pada tanggal 16 Agustus 2023 saham GPF tinggal 72,09 miliar atau 6,09%.

Langkah itu merupakan hal yang tidak biasa mengingat salah satu shareholder atau pemegang saham GOTO tersebut terpantau rutin mengurangi porsi kepemilikannya sejak akhir 2022. Harga transaksi berkisar antara Rp 2 sampai Rp 70 per saham.

Harga tersebut merupakan harga pelaksanaan yang diatur dalam setiap perjanjian opsi saham dengan peserta, seiring kontribusinya terhadap perusahaan.

Simak penjelasan lengkap mengenai bertambahnya kepemilikan saham GPF di GoTo.

5. Pernyataan Terbaru Megawati: Minta Bubarkan KPK hingga Kritik TNI

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila, yang juga merupakan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengatakan dirinya pernah meminta Presiden Joko Widodo membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya, kerja komisi antirasuah dianggap tak efektif.

Hal tersebut dilontarkan Megawati saat menghadiri agenda Sosialisasi Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila, di Hotel The Tribrata, Jakarta Selatan, Senin (21/8). Pada agenda tersebut, Mega menyampaikan sejumlah kritik terhadap institusi negara dan situasi terkini.

Kritik yang Megawati ungkap pada acara ini meliputi pembubaran KPK, menyebut TNI, Polri, dan PNS lembek, serta meminta Presiden Jokowi fokus untuk membenahi masalah stunting.

Simak penjelasan Megawati mengenai lembaga KPK hingga TNI.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...