Prabowo - Anies Diprediksi Masuk Putaran Dua Pilpres, Apa Penopangnya?

Amelia Yesidora
1 Desember 2023, 08:39
Anies Baswedan Pilpres 2024
ANTARA FOTO/Rifqi Raihan Firdaus/wpa/aww.
Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan (kiri) didampingi dengan calon wakil presiden Muhaimin Iskandar (kanan) menyampaikan orasi saat menghadiri Kongres Pemuda Perubahan di Convention Hall Smesco, Pancoran, Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Sejumlah pengamat politik memprediksi pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka bakal melaju ke putaran kedua pemilihan presiden 2024 meninggalkan Ganjar Pranowo - Mahfud MD. Hal itu didasarkan para trend elektabilitas ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden. 

Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) Nyarwi Ahmad melihat Prabowo dan Ganjar punya kolam suara yang sama. Sementara pertumbuhan elektabilitas yang tipis namun stabil ditunjukkan oleh pasangan Anies - Muhaimin.

Nyarwi mengatakan ada dua variabel besar bisa memperkuat elektabilitas AMIN. Pertama, approval rating Jokowi yang mencapai 78,6% pada November 2023 berdasarkan survei LSI Denny JA. Menurut Nyarwi tren kepuasan pada kepala negara ini penting karena AMIN mengusung tema perubahan kontra pada pemerintahan saat ini. Bila tren kepuasan Jokowi berkurang 30% hingga 40%, ini akan menjadi peluang bagi AMIN meningkatkan elektabilitas.

“Basis pemilih Anies pada dasarnya orang yang tidak puas, tapi masih sangat terbuka dibanding Ganjar-Mahfud. Soalnya sampai saat ini elektabilitas Prabowo naik, Ganjar cenderung turun,” katanya pada Katadata.co.id seperti dikutip Jumat (1/12).

Variabel lain menurut Nyarwi adalah bagaimana cara Anies meyakinkan pemilih yang belum menentukan pilihan atau  undecided voters dan swing voters di kubu lawan. Dua strategi yang bisa dipakai adalah gaya kepemimpinan atau kebijakan yang AMIN lontarkan.  Salah satu kebijakan yang Nyarwi soroti adalah rencana PKS, partai pengusung AMIN, untuk menetapkan ibu kota di Jakarta alih-alih di IKN Nusantara. 

“Apakah tawaran seperti ini menarik simpati pemilih di Jawa? Pemilih itu mayoritas di Pulau Jawa, apakah mereka tertarik pindah ke IKN atau tetap di Jakarta?” kata Nyarwi. 

Di sisi lain, Nyarwi melihat turunnya elektabilitas kubu Ganjar-Mahfud karena inovasi kampanye yang kurang. Ia mencontohkan Prabowo dengan kampanye ‘gemoy’ yang bisa membidik pemilih muda. 

“Atau lebih buruk lagi, apakah momentum dukungan pada Ganjar sudah lewat? Kalau iya, bisa jadi yang muncul di putaran kedua itu AMIN,” katanya. 

Blunder Pengaruhi Suara

Pandangan berbeda diungkapkan oleh peneliti politik Centre Centre for Strategic and International Studies Nicky Fahrizal. Menurutnya, Pilpres 2024 punya karakter unik, siapa yang blunder, akan kalah. Hal ini bisa berupa kesalahan strategi, buruknya komunikasi politik, atau munculnya pernyataan kontroversial.

“Ganjar bisa tidak lolos putaran kedua bila banyak membuat blunder. Begitu juga dengan Anies dan Prabowo. Ini tergantung pasangan calon mana yang membuat blunder,” kata Nicky pada Katadata.

Nicky menjelaskan, kunci kemenangan AMIN ada pada efektivitas mesin partai politik pengusung, relawan, dan logistik pemenangan. AMIN juga harus mengomunikasikan narasi politik gagasan serta program yang mereka usung secara atraktif. Tujuannya adalah mendulang suara dari generasi milenial dan Gen Z. 

“Tren suara AMIN memang naik secara perlahan. Kuncinya konsistensi mengisi narasi ruang publik dan mengambil ceruk suara Prabowo dan Ganjar secara efektif dan sistematis,” ujar Nicky. 

Potensi masuknya Anies - Muhaimin ke putaran kedua pilpres bersama Prabowo Subianto sebelumnya diungkap oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Menurut Burhanuddin hal itu didasarkan pada hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan elektabilitas pasangan Ganjar-Mahfud yang berhubungan dengan peningkatan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran. 

“Kalau tidak ada satupun calon yang dapat 50 persen plus satu, kemungkinan besar yang masuk putaran kedua adalah Prabowo versus Anies,” kata Burhanuddin saat dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah pada Rabu (29/11). 

Menurut Burhanuddin potensi suara pendukung Ganjar-Mahfud MD dan Prabowo-Gibran bagai bejana yang saling terkait. Pernyataan ini ia dasarkan pada hasil survei, saat suara Prabowo - Gibran meningkat, biasanya yang jadi korban itu suara Ganjar-Mahfud.  

Dia menyebut strategi menyerang PDIP pada Jokowi turut mempengaruhi suara pemilih.   “Secara pasti meskipun mungkin tidak disadari turut membantu eksodus basis Pak Jokowi dari Ganjar ke Prabowo karena basis pendukung Ganjar sebagian besar adalah loyalis Pak Jokowi," kata Burhanuddin. 

Burhanuddin menyebutkan jika strategi ini diteruskan, maka bukan tidak mungkin pasangan calon presiden-wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD akan finis di posisi ke-tiga. Hal tersebut, kata dia, ditandai dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh Polling Institute yang mencatat adanya penurunan suara pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dari 36 persen ke 24 persen.

Reporter: Amelia Yesidora

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...