Ponsel Butet Kartaredjasa Dilumpuhkan, Sempat Mengaku Diintimidasi

Tia Dwitiani Komalasari
9 Desember 2023, 14:38
Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media saat jumpa pers pementasan teater berlakon 'Para Pensiunan' di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/12/2019). Teater Gandrik akan mementaskan 'Para Pensiunan' yang diangkat dari naskah karya Agus Noor
ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Seniman Butet Kertaradjasa mejawab pertanyaan awak media saat jumpa pers pementasan teater berlakon 'Para Pensiunan' di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (5/12/2019). Teater Gandrik akan mementaskan 'Para Pensiunan' yang diangkat dari naskah karya Agus Noor dan Susilo Nugroho pada 6 dan 7 Desember 2019 di Ciputra Hall, Surabaya.

Budayawan dan seniman Butet Kartaredjasa mengatakan bahwa ponselnya dilumpuhkan pagi ini, Sabtu (9/12). Dia mengaku akses komunikasinya ditutup dan meminta koleganya untuk menghubungi lewat rumah atau istrinya.

"HP/WA DILUMPUHKAN. Mulai pagi ini akses komunikasi kepadaku sedang dilumpuhkan. Silahkan yang mau kontak ke nomor rumah atau nomor bojoku," tulisnya dalam unggahan Instagram @masbutet, Sabtu (9/12).

Advertisement

Tidak ada caption atau keterangan di bawah unggahan tersebut. Butet Juga nampak tidak mengunggah instagram story.

Pengumuman Butet tersebut terjadi setelah dia menceritakan pengalamannya mendapatkan intimasi dari kepolisian, di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Rabu (6/12). Intimidasi tersebut terjadi saat dia menggelar pentas teater di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 1 Desember lalu.

Butet menyatakan kepolisian melarang dirinya menampilkan materi tentang politik dalam acaranya. Artinya, materi seni pertunjukannya diatur oleh kekuasaan di luar dirinya.

Butet merasa diintimidasi dengan sikap polisi yang membuatnya menandatangani surat sebelum pertunjukan.

"Salah satu itemnya berbunyi 'Saya harus mematuhi, tidak bicara politik, acara saya tidak boleh untuk kampanye, tidak boleh ada tanda gambar, tidak boleh urusan pemilu'," kata Butet dikutip dari Antara.

Butet menjelaskan pentas teater yang dibawakan merupakan cerita biasa. Namun, baru kali ini sejak 1998, polisi menambahkan redaksional akan aturan tidak boleh membicarakan politik yang harus ditandatanganinya.

Butet mengatakan larangan menampilkan materi politik itu merupakan bentuk intimidasi. Intimidasi bukan hanya dalam bentuk fisik.

"Itu menurut saya intimidasi. Intimidasi tidak harus pertemuan langsung, tidak harus ada pernyataan verbal dari polisi, polisi datang marah-marah, bukan itu," kata dia.

Penyelenggara Bantah Intimidasi

Penyelenggara pentas teater bertajuk 'Musuh Bebuyutan' pada 1-2 Desember 2023 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, PT Kayan Production membantah ada intimidasi polisi saat agenda itu berlangsung.

"Hanya mau menyampaikan bahwa saya memang yang melakukan pengurusan terkait surat-surat perizinan ke kepolisian. Tidak ada intimidasi dalam penandatanganan surat tersebut,” kata Sekretariat PT Kayan Production, Indah, dalam keterangan tertulis.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement