Videotron Anies Diturunkan, Timnas AMIN Duga Ada Penjegalan Politik
Ketua Tim Hukum Nasional (THN) AMIN, Ari Yusuf Amir menemukan adanya indikasi penjegalan politik dari kasus penurunan videotron. Ia belum melaporkan kasus ini karena tengah mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah akan melapor atau tidak
“Iya, ada indikasi mengarah ke sana. Tapi ini lagi kami siapkan fakta-faktanya,” kata Ari pada Katadata.co.id lewat sambungan telepon, Selasa (16/1).
Ari menjelaskan tidak butuh waktu lama untuk melaporkan kasus ini karena data bisa dikumpulkan dalam waktu satu atau dua hari. Oleh sebab itu, tim menargetkan laporaan akan dikirim pada Kamis (18/1).
Menurut Ari, penurunan videotron ini terjadi karena ada pihak yang menekan pihak swasta selaku pihak penyedia jasa. Beberapa spekulasi yang berkembang, pemerintah daerah yang menekan pihak swasta tersebut. Kendati demikian, Ari masih belum menemukan fakta terkait itu.
“Kita belum tahu karena yang bisa menekan pihak swasta tentunya adalah pihak yang berkuasa. Tapi lagi cek dulu kebenarannya,” ujarnya.
Sedangkan Kapten Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar atau Timnas AMIN, Syaugi Alaydrus menyatakan bakal melaporkan penurunan videotron Anies-Imin di Bekasi dan Jakarta. Menurut Syaugi hal ini telah melanggar demokrasi dan merugikan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.
“Dalam berdemokrasi, kita juga bisa melaporkan hal-hal yang memang melanggar. Jadi itu nanti tinggal tim hukum kita yang akan melaporkan kepada KPU atau Bawaslu,” kata Syaugi saat ditemui di Rumah Pemenangan AMIN, Selasa (16/1).
Sebelumnya, gerakan kolektif Olppaemi Project memasang videotron AMIN di Grand Metropolitan, Bekasi dan Graha Mandiri, Jakarta pada Senin (15/1). Melansir X/Twitter Olppaemi Project, videotron itu telah dikontrak tayang seminggu dari 15–21 Januari 2024.
Baru sehari ditayangkan, hari ini, Selasa (16/1), videotron di dua titik tersebut berhenti tayang. “Karena suatu hal yang di luar kuasa kami,” kata gerakan kolektif itu di X/Twitter.
