Persamaan Gibran dan Jokowi saat Debat, Sama-sama Gunakan Istilah

Ringkasan
- Cawapres Gibran Rakabuming Raka kembali menggunakan istilah "greenflation" dalam debat, yang sebelumnya juga pernah digunakan oleh ayahnya, Presiden Joko Widodo.
- Gibran mengartikan "greenflation" sebagai inflasi hijau, namun moderator menegurnya karena penggunaan istilah tersebut.
- Penggunaan istilah yang tidak umum oleh pejabat negara telah menjadi tren, seperti Presiden Jokowi yang pernah menanyakan soal "unicorn" dan Gibran yang mempertanyakan "SGIE", meskipun kedua lawan bicaranya tidak memahami istilah tersebut.

Rangkaian debat calon wakil presiden telah berakhir pada Minggu (22/1). Dalam debat, nama Gibran kembali menjadi sorotan usai kembali menggunakan istilah yakni Greenflation saat berdebat dengan Mahfud MD.
Pertanyaan ini sempat membuat moderator menegur Gibran karena menggunakan istilah. Setelah jeda sejenak, Wali Kota Solo itu pun memutuskan untuk menjelaskan pertanyaannya.
“Ini tadi saya tidak jelaskan karena beliau (Mahfud) kan profesor. Greenflation adalah inflasi hijau, sesimpel itu” ujarnya.
Meski demikian, jurus Gibran ini bukan barang baru. Sang ayah, Presiden Joko Widodo juga pernah menggunakan istilah saat berdebat dengan Prabowo Subianto pada 2019 silam.
Saat itu, Jokowi bertanya kepada Prabowo, infrastruktur apa yang akan dibangun Ketua Umum Partai Gerindra itu untuk mengembangkan unicorn. Istilah ini merujuk kepada usaha rintisan dengan valuasi US$ 1 miliar.
Prabowo yang tampak tidak terlalu memahami maksud istilah unicorn pun kembali bertanya sebelum menjawab. "Maksudnya apa itu? Yang online-online itu ya, Pak?" ujar Prabowo dalam debat capres tanggal 17 Februari 2019 silam.
Penggunaan istilah telah digunakan Gibran sejak debat pertama cawapres pada Jumat, 22 Desember 2023. Saat itu, ia bertanya kepada Muhaimin Iskandar soal peringkat Indonesia di SGIE atau State of the Global Islamic Economy.
Muhaimin yang mendapatkan pertanyaan tersebut menjawab bahwa ia tidak paham dengan SGIE. “Terus terang SGIE itu saya tidak paham. SGIE itu apa?” tanyanya.
Gibran lalu menjawab dengan mengkritik Muhaimin yang tidak paham mengenai SGIE. "Mohon maaf kalau agak sulit ya Gus,” kata Gibran.