Top News: Buku SBY soal Cawe-cawe Jokowi, Cina Untung Prabowo Menang

Aryo Widhy Wicaksono
23 Februari 2024, 05:45
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyapa warga di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024).
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyapa warga di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024).
Button AI Summarize

Usai Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, buku karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi perbincangan publik di media sosial.

Padahal, buku tersebut terbit pada 26 Juni 2023 secara terbatas untuk kader Partai Demokrat.

Buku berjudul 'Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi, The President Can Do No Wrong' ini, mengulas pandangan SBY terkait istilah cawe-cawe yang menyeruak di publik menjelang Pilpres 2024.

Buku SBY ini menjadi salah satu artikel terpopuler dan merupakan bagian dari Top News Katadata.co.id. Selain buku SBY, simak juga bagaimana Golkar berpotensi menguasai parlemen, serta temuan Komnas HAM terkait Pemilu.

Berikut Top News Katadata.co.id:

1. 5 Poin Utama Buku Cawe-cawe Politik Jokowi yang Ditulis SBY

Usai Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, buku soal cawe-cawe Jokowi karya Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak viral.

Padahal, buku setebal 27 halaman tersebut, telah diluncurkan sejak 26 Juni 2023, meski hanya untuk kalangan terbatas, yakni para kader Partai Demokrat.

Buku berjudul 'Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi, The President Can Do No Wrong' ini, mengulas pandangan SBY terkait istilah cawe-cawe yang menyeruak di publik menjelang Pilpres 2024.

Dalam buku ini, SBY menyoroti sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang menyatakan akan melakukan cawe-cawe politik. Dalam paparannya, SBY mengungkapkan lima poin terkait sikap Jokowi tersebut.

2. Kemenangan Prabowo sebagai Presiden Akan Untungkan Cina, Kenapa?

Kemenangan Prabowo Subianto sebagai presiden dinilai akan menguntungkan Cina. Sebab, mantan jenderal TNI tersebut berjanji akan meneruskan program dan kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Dengan begitu, Prabowo akan melanjutkan strategi ekonomi yang didasarkan pada hubungan bisnis dengan Cina seperti pada masa pemerintahan Jokowi. Apalagi, neraca perdagangan dan investasi Indonesia juga banyak bergantung dari Cina.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Cina menjadi negara tujuan ekspor utama nonmigas Indonesia dengan kontribusi sebesar 23,90% pada Januari 2024. Komoditas utama yang diekspor ke Cina meliputi besi/baja, lignit, dan batubara.

Sementara total impor nonmigas Indonesia masih didominasi oleh Cina dengan nilai US$ 5,95 miliar atau berkontribusi 37,64% dari total impor pada Januari 2024. Nilai impor dari Cina bahkan mengalahkan Jepang maupun Thailand.

3. Golkar Diprediksi Kuasai Kursi Parlemen Meski PDIP Suara Tertinggi

Partai Golkar diprediksi akan meraih kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Rakyat meski tidak berada di urutan pertama jumlah raihan suara tingkat nasional pada pemilu 2024.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...