Wasekjen PKB Minta Bawaslu Periksa Lonjakan Suara PSI
Wakil Sekretariat Jenderal PKB, Syaiful Huda, menanggapi naiknya suara Partai Solidaritas Indonesia atau PSI secara tiba-tiba dalam Pileg 2024. Huda mengatakan seharusnya semua pihak menghormati suara rakyat dengan mengawasi suara.
Huda juga meminta Badan Pengawas Pemilu alias Bawaslu mengambil sikap tegas melakukan mitigasi. Huda meminta Bawaslu mengecek apakah benar lonjakan suara ini terjadi di daerah serta potensi barang buktinya.
“Kita hormati suara rakyat, jadi kerja politiknya jangan setelah pemilu,” kata Huda pada wartawan di DPP PKB, Jakarta, Senin (4/3).
Ia menyebut cara menghormati suara rakyat itu adalah dengan menjaga agar tidak ada manipulasi seperti pengalihan suara. Cara ini berlaku untuk partai apapun, termasuk untuk PSI.
PKB juga berharap Bawaslu segera melakukan eksekusi jika menemukan indikasi penggelembungan suara di tingkat daerah. Ia menyarankan Bawaslu tidak perlu menunggu pleno di tingkat provinsi hingga pusat.
“Begitu sudah pleno provinsi, pasti sudah rumit untuk mengembalikan dari suara aslinya,” kata Huda.
PKB juga menyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Huda mengatakan, KPU harusnya memberi ruang untuk perhitungan ulang atau membuka kotak suara. Menurutnya, KPU tidak boleh tergesa-gesa dalam menentukan hasil Pemilu dan mau membuka suara di daerah ayng terindikasi ada penggelembungan suara.
“Jangan sampai karena ingin cepat, enggak mau capek, KPU-nya lalu ketok palu di daerah dengan cepat,” katanya.
Hasil real count terhadap 530.776 tempat pemungutan suara (TPS) per Senin (26/2) pukul 06.00 WIB, menunjukkan PSI mendapatkan 2.001.493 suara atau 2,68%. Menurut pantauan Katadata dari situs pemilu2024.kpu.go.id, perolehan suara PSI melonjak pesat menjadi 2.404.288 suara atau 3,13% pada Senin (4/3) pukul 10.00.
Adapun jumlah tempat pemungutan suara bertambah dari 530.776 TPS menjadi 542.041 TPS. Di sisi lain suara partai peserta pemilu lainnya tak mengalami perubahan signifikan menurut hasil real count.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengatakan jumlah suara PSI yang cenderung melonjak pesat selama sepekan terakhir merupakan hal wajar.
Ia meminta semua pihak tidak berupaya melakukan penggiringan opini yang bersifat tendensius pada partainya. Ia mengatakan apabila terdapat penambahan atau pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar.
"Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut," ujar Grace dalam siaran resmi, Sabtu (2/3).

