Polisi Ungkap Sebab Kecelakaan Tunggal Bus Rosalia Indah di Tol Batang

Ringkasan
- BRI memutuskan pembagian dividen Rp 48,1 triliun atau Rp 319 per saham dari laba bersih 2023 dan melakukan perombakan jajaran komisaris dan direktur.
- Hasil RUPST BRI memberhentikan Hendrikus Ivo sebagai komisaris independen dan mengangkat Haryo Baskoro Wicaksono menggantikannya.
- BRI juga mengangkat kembali Catur Budi Harto sebagai wakil direktur utama dan Agus Sudiarto sebagai direktur manajemen Bank Rakyat Indonesia.

Kecelakaan bus Rosalia Indah di KM 370 ruas Tol Semarang-Batang, Jawa Tengah, diduga karena sopir bus kelelahan. Akibatnya, sebanyak tujuh orang meninggal, dengan tiga orang di antaranya adalah balita.
"Kemungkinan sopir mengalami microsleep sehingga terjadi kecelakaan tunggal," kata Kepala Korlantas Irjen Aan Suhanan saat mengecek kondisi korban selamat dalam kecelakaan tersebut di RS Islam Kendal, Kamis (11/4).
Dugaan itu ia dapat berdasarkan keterangan pengemudi bernama Jalur Widodo. Dari keterangan sopir, bus sempat mengalami masalah dan diganti di KM 227 ruas Tol Pejagan-Palimaman. "Tapi pengemudi tidak berganti," ucapnya.
Sopir lalu mengendarai bus yang mengangkut penumpang dari Bekasi, Jawa Barat, menuju Jawa Timur. Kecelakaan tunggal terjadi pukul 06.30 WIB. Bus sempat terseret sekitar 150 meter sat terperosok ke parit.
Akibatnya, sejumlah penumpang terlempar keluar bus dan ada pula yang terjepit. "Ada lima korban meninggal terlempat keluar, kemudian dua lainnya karena terjepit," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Batang Ajun Komisaris Wigiyadi.
Dari tujuh korban meninggal, empat orang telah terindentifikasi. Selain korban tewas, ada 17 orang mengalami luka dan dirawat di RS Islam Kendal.