Mahfud Harap Pemeriksaan Budi Arie Soal Kasus Judi Online Bukan Formalitas

Muhamad Fajar Riyandanu
20 Desember 2024, 16:31
mahfud, budi arie, judi online
ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/nym.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan pemaparan kepada wartawan di MMD Initiative, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2019-2024 Mahfud MD mengapresiasi Bareskrim Polri yang telah memeriksa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi soal dugaan suap dan gratifikasi.

Dugaan korupsi ini merupakan pengembangan dari kasus website judi online yang menyeret pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Mahfud berharap tindakan pemeriksaan Budi Arie oleh Bareskrim Polri bukan sekadar formalitas atau basa-basi belaka.

Mahfud mengatakan tokoh-tokoh penting dalam suatu perkara atau kasus biasanya diperiksa belakangan setelah proses pengumpulan bukti dari pihak-pihak lain selesai dilakukan.

"Mudah-mudahan pemeriksaan Budi Arie itu bukan basa basi. Mudah-mudahan itu merupakan bagian dari proses hukum yang teliti," kata Mahfud MD saat ditemui di MMD Initiative, Senen, Jakarta Pusat pada Jumat (20/12).

Mahfud menyoroti adanya kejanggalan dalam proses seleksi pejabat Kominfo yang diduga terlibat dalam kasus judi online. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengatakan Budi Arie bertanggung jawab atas situasi terkait judi online.

Ia mempertanyakan bagaimana Budi bisa mengangkat seseorang bisa menduduki jabatan penting tanpa melalui seleksi yang jelas. "Kalau itu lolos, saya kira agak aneh ya. Pasti ada sesuatu yang tidak wajar," kata Mahfud.

Mahfud juga mengatakan Budi Arie punya hak untuk membela diri dan mencari pembela hukum terbaik dalam menghadapi kasus ini. Namun, ia mendorong agar para penegak hukum bekerja secara serius dan profesional. "Pembela sekelas apapun harus bisa dilawan, kan begitu cara penegakan hukum," kata Mahfud.

Pemeriksaan Budi Arie Setiadi di Bareskrim Polri
Pemeriksaan Budi Arie Setiadi di Bareskrim Polri (ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/sgd/foc.)

Kepolisian memeriksa Budi Arie Setiadi selama enam jam terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (sekarang Komdigi) oleh kepolisian pada Kamis (19/12).

Kepolisian mengatakan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu dicecar sejumlah pertanyaan oleh polisi sejak pukul 11.10 hingga 17.13 WIB.
"Dalam permintaan keterangan terhadap BAS (Budi Arie Setiadi), penyidik mengajukan 18 pertanyaan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Kamis (19/12).

Sedangkan Budi Arie usai diperiksa mengatakan masalah judi online adalah masalah bersama sehingga perlu partisipasi banyak pihak. Namun, Budi enggan mengungkapkan materi yang ditanyakan penyidik dalam pemeriksaan dirinya.

"Terkait substansi keterangan silakan dikonfirmasikan kepada pihak penyidik yang berwenang," kata Ketua Umum Projo itu.

Budi Arie sejak bulan lalu menyatakan siap ikut dalam proses penyelidikan kepolisian terkait judi online. Budi juga mengaku tahu siapa pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi (dahulu bernama Kominfo) yang ditangkap karena terkait judi online.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...