Tradisi Lilin Meriahkan Malam Imlek 2025 di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon

Ira Guslina Sufa
28 Januari 2025, 21:56
Imlek
ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc.
Warga keturunan Tionghoa melaksanakan ibadah di Kelenteng Xian Ma Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/1/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Vihara Dewi Welas Asih di Kota Cirebon, Jawa Barat, menghadirkan tradisi khas pada malam jelang Tahun Baru Imlek 2026. Deretan lilin merah dinyalakan untuk menyemarakkan Imlek sekaligus ungkapan rasa syukur atas pencapaian di tahun sebelumnya.

“Lilin-lilin ini adalah simbol penerangan dan harapan yang dinyalakan sebagai wujud rasa syukur umat. Nama pemilik lilin juga tercantum di bagian bawahnya,” kata Pengurus Vihara Dewi Welas Asih Suhendra di Cirebon, Selasa (28/1).

Menurutnya, terdapat lebih dari 150 lilin yang tersusun secara rapi di halaman vihara. Lilin-lilin itu kemudian dinyalakan oleh pemiliknya masing-masing. Suhendra menjelaskan lilin Imlek yang tersedia di vihara hadir dalam ukuran 20 hingga 1.000 kati. Adapun 1 kati  setara 625 gram dengan harga mulai Rp 450 ribu hingga Rp 26 juta.

“Daya tahan lilin bergantung pada ukurannya, yang ukuran besar ada 14. Lilin 1.000 kati dapat menyala hingga lima bulan, sedangkan lilin terkecil bertahan sekitar empat hingga lima hari,” ujar Suhendra.

Dia menyebutkan keberadaan lilin-lilin tersebut melambangkan cahaya penerangan. Hal ini mengandung makna dalam menjalani perjalanan hidup. Suhendra menuturkan dengan adanya tradisi khas Imlek ini, masyarakat keturunan Tionghoa di Kota Cirebon berharap diberikan kemudahan dan kelancaran, layaknya lilin yang menerangi kehidupan. 

Tak hanya tradisi lilin, Vihara Dewi Welas Asih juga menggelar hiburan pada malam Tahun Baru Imlek 2576 yang diisi dengan karaoke, pertunjukan barongsai, liong, dan pesta kembang api.

“Kami ingin menciptakan suasana meriah yang tetap sarat makna, sehingga umat dan pengunjung dapat menikmati perayaan sekaligus merefleksikan harapan untuk tahun mendatang,” tutur Suhendra.

Sementara itu Penjabat (Pj) Sekda Kota Cirebon Iing Daiman mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan Imlek  sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Dia menilai Imlek bisa menjadi salah satu sarana penting untuk mempererat tali persaudaraan lintas agama, budaya, dan suku.

“Semangat kebersamaan dalam perayaan Imlek ini harus menjadi teladan untuk menjaga keharmonisan warga di Kota Cirebon yang dikenal dengan keberagaman budayanya,” katanya.

Ia menambahkan, Kota Cirebon selama ini menjadi contoh kerukunan umat beragama yang harmonis karena berbagai komunitas agama hidup berdampingan secara damai. Menurut Iing, di Cirebon toleransi adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan. 

“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan saling menghormati,” ucap Iing

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...