Penumpang KRL Tak Lagi Naik dan Turun di Stasiun Karet Mulai April

Ringkasan
- Program hilirisasi nikel PT Vale Indonesia dinilai tertinggal dibandingkan perusahaan lain, menurut Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan.
- Luhut mengharapkan hilirisasi nikel di Indonesia menjangkau hingga industri kecil untuk menciptakan lapangan kerja baru, termasuk produksi perangkat dapur dari nikel.
- Rencana program hilirisasi nikel Vale ke depannya akan dilaksanakan di tiga wilayah konsesi (Bahodopi, Pomalaa, Sambalagi) untuk pengembangan ekosistem baterai.

PT Kereta Commuter Indonesia akan mengintegrasikan Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dan Sudirman mulai April 2025. Nantinya, penumpang KRL tak lagi naik dan turun di Stasiun Karet.
Mereka akan dialihkan untuk naik kereta di Stasiun BNI City yang berada di samping Stasiun Karet. Nantinya, Stasiun Karet akan diubah menjadi areal publik.
"Kondisi (Stasiun) Karet memang sudah tidak memenuhi syarat untuk naik-turun penumpang. Oleh karena itu, penumpang akan naik-turun melalui BNI City yang lebih nyaman," kata Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto di Jakarta, Kamis (30/1) dikutip dari Antara.
Asdo mengatakan, PT KCI sudah merancang konsep ruang publik di Stasiun Karet. Area tersebut akan dilengkapi gerai jajanan dan fasilitas ramah pejalan kaki.
Ia juga menjelaskan, proses integrasi tiga stasiun telah dilakukan sejak 2020. Saat ini, PT KCI telah merampungkan pemasangan kanopi di ujung barat Stasiun BNI City.
"Penumpang dari pintu Stasiun Karet bisa langsung masuk BNI City, tidak perlu jauh-jauh sampai ke timur atau ke tengah," kata Asdo.
Sebelumnya, rencana penutupan Stasiun Karet ramai jadi pembicaraan. Meski demikian, Kementerian Perhubungan beberapa pekan lalu mengatakan rencana tersebut belum jelas.
"Kami masih kaji kemungkinannya, kemudahan bagi masyarakat, kita lagi kaji," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal pada Rabu (9/1).