Menteri Hukum Supratman Bertemu Agnez Mo hingga BCL Bahas Sistem Royalti

Desy Setyowati
22 Februari 2025, 16:11
Agnez Mo, royalti, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
Instagram @AgnezMo
Agnez Mo dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menerima audiensi dari sejumlah musisi Indonesia, seperti Agnes Monica atau Agnez Mo, Arman Maulana, Ariel Noah, dan Bunga Citra Lestari alias BCL untuk membahas sistem royalti.

Supratman menyampaikan apresiasi atas inisiatif para musisi menyuarakan aspirasi mereka dalam pertemuan yang digelar untuk mendengarkan masukan dari para penyanyi dan pencipta lagu soal sistem royalti, terutama terkait rencana revisi Undang-Undang Hak Cipta yang dibahas di DPR.

"Saya berterima kasih kepada Agnesz Mo dan para musisi lainnya atas masukan yang diberikan. Masukan ini akan kami jadikan pertimbangan dalam pembahasan revisi Undang-Undang Hak Cipta," ujar Supratman dalam konferensi pers usai audiensi di Jakarta, Rabu (19/2).

Ia menegaskan pemerintah selalu terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, tidak hanya dari musisi, tetapi juga akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.

Menkum menjelaskan setiap saat pihaknya menerima berbagai masukan dan setelah menerima draf rancangan undang-undang atau RUU dari parlemen, Kementerian Hukum akan menindaklanjuti dengan kajian lebih lanjut.

Dalam audiensi itu, penyanyi dan pencipta lagu Agnez Mo menyampaikan pandangannya mengenai hak royalti. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang lebih baik terhadap regulasi yang berlaku.

Agnez Mo turut berbagi pengalaman sebagai pencipta lagu yang berkarir di dalam dan luar negeri, serta sebagai bagian dari Broadcast Music, Inc. (BMI), Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di Amerika Serikat.

Agnez Mo bercerita pada mulanya percakapan dirinya dengan Menkum untuk belajar lebih tentang UU Hak Cipta. Namun terdapat beberapa kasus yang membuat kalangan musisi bingung sehingga dia mendiskusikannya bersama Menkum.

"Saya warga negara Indonesia. Saya taat hukum Indonesia. Sayangnya, ada kasus yang membuat kami kebingungan. Jadi saya pikir ini kesempatan yang baik untuk sama-sama duduk dan mendengar, agar kami semua lebih sadar hukum," ujar Agnez Mo pada kesempatan sama.

Sementara itu, Arman Maulana mengungkapkan keresahan terkait sistem royalti yang menjadi alasan utama pertemuan tersebut. Para penyanyi merasa perlu memberikan masukan kepada pemerintah terhadap keresahan yang terjadi saat ini.

"Kami berkumpul karena belum ada serikat penyanyi yang menaungi kami sehingga beberapa penyanyi membentuk Vibrasi Suara Indonesia atau VISI dan menyusun manifesto," jelas vokalis grup band Gigi itu.

Ariel Noah menambahkan  VISI hadir untuk mewakili suara para penyanyi yang menginginkan penyelesaian segera atas polemik yang berkembang.

"Kami ingin negara hadir untuk menengahi dan menyelesaikan persoalan ini agar ada kejelasan bagi semua pihak," ujar Ariel.

Penyanyi Bunga Citra Lestari pun menambahkan, tujuan utama para musisi yakni menciptakan ekosistem musik yang adil bagi semua pihak.

"Yang pasti, kami sebagai penyanyi ingin ada solusi agar industri musik bisa berjalan dengan fair dan baik untuk semua," ujar perempuan yang akrab disapa BCL itu.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat dialog antara pemerintah dan para musisi demi menciptakan kebijakan hak cipta yang lebih jelas dan adil bagi industri musik Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...