Top News: Prabowo Tolak Skema Power Wheeling dan Pertamina Jelaskan Blending BBM
Berikut adalah rangkuman berita terbaik kemarin yang sayang untuk Anda lewatkan. Kami telah mengumpulkan informasi penting dari berbagai sumber terpercaya untuk memberikan Anda gambaran komprehensif tentang peristiwa terkini yang memengaruhi berbagai sektor. Jangan ketinggalan membaca lima berita terpopuler kemarin!
Sorotan utama meliputi penolakan Prabowo terhadap skema power wheeling yang diungkapkan oleh Hashim, menandakan kelanjutan monopoli listrik oleh PLN. Selain itu, kami akan membahas prospek IPO Sinar Terang Mandiri (MINE) yang menargetkan dana segar Rp 132 miliar, serta ulasan mendalam mengenai lini bisnis perusahaan tersebut.
Tak hanya itu, ringkasan ini juga akan mengulas fakta terbaru terkait eFishery yang dikabarkan mengalami kerugian signifikan sebesar Rp 819 miliar, serta analisis mengenai kelangsungan bisnisnya. Kami juga menyajikan klarifikasi Pertamina terkait proses *blending* BBM, memastikan bahwa hal tersebut bukanlah praktik oplosan. Terakhir, kami informasikan bahwa Miliarder Ray Dalio dan Tony Blair bergabung sebagai Dewan Penasihat Danantara.
Hashim Sebut Prabowo Tolak Skema Power Wheeling, PLN Tetap Monopoli Listrik
Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden RI, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menolak konsep power wheeling dalam RUU EBET. Penolakan ini didasari keyakinan bahwa negara harus tetap menjadi pengendali kelistrikan melalui PLN, dan skema power wheeling dinilai berpotensi memberikan dominasi kepada pihak asing. Prabowo optimis banyak investor akan tertarik pada energi baru terbarukan di Indonesia tanpa power wheeling.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Parwoto, menyoroti obsesi Prabowo dalam meningkatkan kapasitas listrik EBT, namun terhambat monopoli PLN. Kebijakan DMO dan DPO batu bara membuat harga listrik PLN sangat murah sehingga menyulitkan EBT untuk bersaing, padahal target EBT sangat ambisius. Lalu, bagaimana kelanjutan pembahasan RUU EBET dan dampaknya pada investasi energi terbarukan di Indonesia? Baca berita selengkapnya di sini.
Prospek IPO Sinar Terang Mandiri (MINE), Incar Dana Rp 132 Miliar Ini Bisnisnya
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) akan melakukan IPO dengan melepas maksimal 612,66 juta saham, atau 15% dari modal yang ditempatkan, dengan harga penawaran awal Rp 200-216 per saham. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk belanja modal (48%), pembelian aset tetap (11%), dan modal kerja. Trimegah Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi dan pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 10 Maret 2025.
Setelah IPO, MINE berencana membagikan dividen tunai maksimal 30% dari laba positif mulai tahun buku 2025, serta akan memprioritaskan belanja modal dan penambahan aset. Kinerja perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif dengan laba tahun berjalan meningkat 98,6% pada tahun 2023.
IPO ini menawarkan kesempatan menarik bagi investor, namun apakah rencana ekspansi mereka akan berjalan lancar? Mari kita simak lebih dalam mengenai prospek pertumbuhan dan risiko yang mungkin dihadapi oleh MINE setelah IPO! Baca berita selanjutnya.
Fakta Terbaru eFishery: Dikabarkan Rugi Rp819 Miliar, Bisnis Dinilai Harus Tutup
Startup perikanan eFishery dilaporkan mengalami kerugian signifikan sebesar US$ 50 juta pada tahun 2024, memunculkan keraguan tentang kelangsungan bisnisnya. Auditor forensik merekomendasikan penutupan sebagian besar bisnis startup itu karena dinilai tidak layak secara komersial, dan menyarankan monetisasi atau pemisahan kekayaan intelektual. Selain itu, laporan keuangan eFishery menunjukkan penurunan pendapatan dari kuartal ke kuartal, dengan margin EBITDA negatif dan net loss margin yang semakin memburuk.
Meskipun memiliki total saldo kas US$ 50,8 juta, laporan tersebut mengungkap adanya indikasi penggelembungan laporan keuangan oleh manajemen eFishery, termasuk pendapatan dan jumlah mitra pembudidaya yang dilaporkan. Dana yang dialokasikan untuk pengembangan teknologi juga terbilang kecil dibandingkan dengan total pendanaan yang diperoleh.
Namun, dengan adanya dugaan penggelembungan laporan keuangan, angka-angka tersebut masih bisa berubah karena laporan bank, wawancara, dan akun-akun lain masih belum ditemukan atau diselesaikan. Lalu, apa temuan mengejutkan lain yang terungkap dari audit tersebut? Baca berita selanjutnya.
Pertamina Jelaskan Soal Proses Blending BBM: Bukan Oplosan!
Pertamina membantah kabar Pertamax merupakan BBM oplosan, menegaskan bahwa produk mereka telah memenuhi standar kualitas RON 92 sesuai dengan ketentuan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Perusahaan menjelaskan bahwa praktik yang dilakukan adalah blending, yaitu pencampuran bahan bakar atau unsur kimia untuk mencapai kadar oktan dan parameter kualitas yang ditetapkan, seperti yang juga dilakukan pada produk Pertalite. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir karena kualitas Pertamax sudah sesuai spesifikasi dengan standar oktan 92.
Pertamina Patra Niaga juga menegaskan tidak ada pengoplosan, melainkan injeksi warna dan aditif untuk membedakan dan meningkatkan performa produk. Namun, Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan Pertamina, dengan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga diduga melakukan kebohongan dalam pembelian BBM, membayar untuk RON 92 padahal yang dibeli adalah RON 90, kemudian melakukan blending yang tidak diperbolehkan. Lalu, apa implikasi dari dugaan korupsi ini terhadap kualitas dan harga BBM di masa depan? Lanjut baca beritanya di sini.
Miliarder Ray Dalio Bersama Tony Blair Jadi Dewan Penasihat Danantara
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengumumkan penunjukan dua tokoh global sebagai bagian dari dewan penasihatnya, yaitu mantan PM Inggris Tony Blair dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio.
Penunjukan ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi dan daya tarik Danantara di kancah internasional, serta memberikan perspektif global dalam pengambilan keputusan strategis. Kehadiran figur-figur berpengaruh ini menandakan langkah besar Danantara dalam memperkuat posisinya di pasar investasi global.
Ray Dalio, pendiri hedge fund terbesar dunia, Bridgewater Associates, memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam dunia keuangan dan investasi. Dikenal dengan pemikiran mendalam tentang ekonomi dan pasar, Dalio juga dikenal melalui buku "Principles: Life and Work" yang membagikan wawasannya mengenai penerapan prinsip-prinsip ekonomi untuk mengatasi tantangan global.
Pengalaman dan reputasi Dalio diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Danantara. Tertarik untuk mengetahui lebih dalam bagaimana kolaborasi ini akan membawa dampak bagi investasi di Indonesia? Baca berita selanjutnya.
