Bahlil Bantah Ada Matahari Kembar, Pastikan Semua Menteri di Bawah Prabowo

Mela Syaharani
16 April 2025, 09:24
Bahlil
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/Spt.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan sambutan pada peringatan HUT Ke-57 Fraksi Partai Golkar di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketua Umum Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah istilah adanya matahari kembar dalam pemerintahan. Ia mengatakan seluruh menteri di Kabinet Merah Putih berada di bawah satu komando. 

“Konsolidasi kami kepada Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran. Menteri ini sekarang semuanya dibawa perintah dari Pak Presiden Prabowo,” kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/4).

Menurut Bahlil, hingga saat ini konsolidasi atau konsultasi mereka ke Prabowo dilakukan untuk membangun negara, termasuk menciptakan lapangan pekerjaan, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Ia membantah pertemuan ia lakukan bersama sejumlah menteri lainnya dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo beberapa waktu lalu sebagai bentuk konsultasi tandingan. 

“Kami konsultasi dengan Pak Prabowo terus menerus dengan yang lainnya tidak ada konsolidasi,” ujar Bahlil. 

Sebelumnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani juga menepis adanya istilah matahari kembar dalam pemerintahan. Istilah tersebut belakangan muncul karena adanya sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang mengunjungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, di Solo, Jawa Tengah.

Puan menilai, pertemuan dalam rangka silaturahmi hari raya Idul Fitri merupakan hal yang baik. Ia menekankan bahwa saat ini, Prabowo Subianto merupakan Presiden RI.

"Silaturahmi di masa lebaran akan sangat baik.  (Soal) Matahari kembar, presiden saat ini Presiden Prabowo Subianto," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/4). 

Istilah 'matahari kembar' sebelumnya diucapkan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Ia menilai silaturahmi merupakan hal yang baik, namun ia mengingatkan agar tak menimbulkan 'matahari kembar'. 

Sejumlah menteri yang mengunjungi kediaman Jokowi merupakan mereka yang sebelumnya juga menjabat saat Jokowi masih menduduki kursi presiden RI. Selain Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga turut menyambangi kediaman Jokowi.

Kemudian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menemui Jokowi pada Jumat (11/4) siang. 




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...