Ratusan Anak Korban Keracunan Menu MBG, Apa Langkah Antisipasi Pemerintah?
Ratusan anak menjadi korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa keracunan makan terjadi di banyak daerah sejak awal tahun.
Peristiwa keracunan terbaru terjadi pada puluhan anak sekolah di Cianjur, Jawa Barat dan Bombana, Sulawesi Tenggara. Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal mengatakan 23 siswa SMP PGRI 1 dan 55 siswa MAN I Cianjur mengalami keracunan MBG.
Menyikapi itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan standar operasional prosedur (SPO) terbaru. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan SPO terbaru ini lebih ketat dibandingkan ketentuan sebelumnya.
BGN kini mewajibkan aturan pelaksanaan mengenai penanganan sisa makanan harus dilakukan di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG.
“Secara umum, dari kejadian di Cianjur, BGN menekankan SOP bahwa sisa makanan tidak boleh dibersihkan di sekolah,” kata Dadan lewat pesan singkat WhatsApp pada Jumat (25/4).
Dosen Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) itu sejauh ini belum mengetahui penyebab maupun faktor yang memicu insiden keracunan di Cianjur. "Kami belum mendapatkan hasil lab. Jadi belum bisa memastikan," kata Dadan.
Berikut ketentuan lain dari SOP program MBG:
1. Wadah Makanan
Dadan juga mengatakan SPPG perlu mengubah wadah makanan atau food tray yang berbahan plastik dan melamin diganti dengan wadah berbahan stainless steel.
2. Akses Bahan Baku
Pemrosesan antara akses bahan baku harus berbeda dengan akses makanan yang telah selesai dimasak untuk dikirim ke sekolah-sekolah.
3. Pelatihan
BGN juga menaruh perhatian lebih kepada para penjamu makanan. BGN akan memberikan pelatihan tambahan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kecakapan dalam memilih, mengolah dan menyajikan makanan.
Deret Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis
Sepanjang tahun 2025 terdapat deret kasus keracunan MBG di berbagai daerah. Berikut rinciannya:
Keracunan di Bombana
Keracunan massal terbaru terjadi di SDN 33 Kasipute, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara pada 23 April. Hingga saat ini sebanyak 52 anak menjalani pengobatan di rumah sakit.
Keracunan di Cianjur
Keracunan makan menimpa 78 anak di MAN 1 dan SMP PGRI 1, Cianjur, Jawa Barat pada 22 April. Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur pun menetapkan sebagai status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Keracunan di Pandeglang
Sebanyak 40 siswa SDN 2 Alaswangi, Pandeglang, Jawa Barat keracunan makan dengan keluhan sakit perut dan membutuhkan perawatan medis pada 22 April.
Keracunan di Batang
Sebanyak 60 siswa SDN Proyonanggan 5 Batang, Jawa Tengah, mengalami gejala mual dan sakit perut setelah mengkonsumsi hidangan MBG, pada 18 April 2025.
Keracunan di Waingapu
Sebanyak 29 siswa di SD Katolik Waingapu, Sumba Timur mengalami keracunan makan usai konsumsi hidangan MBG pada 18 Februari. Mereka mengeluhkan menu makanan yang terasa basi dan tidak enak.
Keracunan di Sukoharjo
Sebanyak 40 siswa SDN 3 Dukuh Sukoharjo, Jawa Tengah, mengalami pusing dan muntah-muntah usai menyantap menu MBG pada Januari 2025.
