Deretan Negara Jadi Lokasi Uji Coba Vaksin Bill Gates: Indonesia hingga India
Pendiri Microsoft Bill Gates kerap menyalurkan dana hibah kepada sejumlah negara berkembang untuk menjadi lokasi uji coba vaksin. Melalui lembaga filantropi Gates Foundation, ia mengalokasikan dukungan finansial untuk membiayai pengembangan vaksin polio, tuberkulosis hingga Covid-19.
Indonesia turut menjadi salah satu negara yang dipilih Bill Gates sebagai lokasi uji coba vaksin. Kabar ini disampaikan langsung Presiden Prabowo Subianto saat bertemu bos Microsoft itu pada Rabu (7/5).
Prabowo mengapresiasi komitmen Bill Gates untuk mengembangkan vaksin TBC. Apalagi hampir 100 ribu orang di Indonesia meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.
"Beliau menunjukkan komitmen untuk terus bantu kita di bidang itu (pemberantasan TBC)," kata Prabowo kepada Bill Gates dalam pertemuan keduanya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (7/5).
Bill Gates sebelumnya telah memberikan hibah Rp 1,3 triliun ke Indonesia, namun untuk pengembangan vaksin polio yang diproduksi PT Bio Farma (Persero).
Meski demikian, Indonesia bukan satu-satunya negara yang kerap dijadikan ajang uji coba vaksin oleh Bill Gates.
Berikut negara-negara lain yang menjadi lokasi uji coba vaksin:
Bangladesh
Bill Gates juga menyalurkan dukungan finansial senilai US$ 1.280.094 atau sekitar Rp 21 miliar kepada International Centre for Diarrhoeal Disease Research, Bangladesh (icddr,b) pada Juni 2020.
Hibah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengujian diagnostik RT-PCR Covid-19 dan untuk mendukung upaya memperlambat penularan virus di Bangladesh.
Selain itu, Gates Foundation juga menyalurkan hibah kepada icddr,b senilai US$ 917.322 pada Oktober 2020. Dukungan finansial ini bertujuan memperkirakan jumlah kematian akibat Covid-19 sekaligus untuk mendukung kesadaran publik terkait kesehatan global serta kesiagaan terhadap pneumonia dan pandemi.
India
India juga menjadi negara tujuan hibah Gates Foundation. Bill Gates menyalurkan bantuan finansial senilai US$ 5.668.415 atau sekitar Rp 93,5 miliar kepada Biological E. Limited pada November 2024.
Pemberian hibah kepada perusahaan farmasi yang berbasis di Telangana itu bertujuan untuk mendukung pengembangan vaksin polio menggunakan sistem ekspresi Pichia.
Produksi vaksin jenis ini dirancang agar berbiaya rendah, mudah diproduksi massal, dan aman, khususnya untuk digunakan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Dukungan dana Gates Foundation kepada perusahaan serupa juga pernah terjadi pada April 2021. Gates Foundation menyalurkan hibah senilai US$ 41.361.978 atau sekitar Rp 682 miliar untuk mendukung perluasan kapasitas produksi vaksin guna mempercepat produksi vaksin polio nOPV2,.
Vaksin nOPV2 dirancang untuk memperkuat upaya pemberantasan polio global. Dengan meningkatkan kapasitas produksi vaksin ini, diharapkan dapat mempercepat distribusi vaksin yang aman dan efektif ke negara-negara yang membutuhkan.
Pakistan
Gates Foundation turut menyalurkan hibah kepada Aga Khan University di Karachi, Pakistan pada April 2025. Hibah senilai US$ 1.855.649 atau sekitar Rp 30,6 miliar ini bertujuan uuntuk meningkatkan akses imunisasi bagi perempuan dan anak-anak yang paling berisiko terhadap polio di Balochistan.
