Momen Terakhir Diplomat Kemenlu Sebelum Ditemukan Tewas di Kamar Indekos

Ade Rosman
11 Juli 2025, 11:23
Suasana rumah kos tempat meninggalnya seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).
Katadata/Fauza Syahputra
Suasana rumah kos tempat meninggalnya seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) yang ditemukan tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban di kamar indekos. Hingga kini, penyebab kematian korban masih misteri.

Rekaman CCTV yang merekam momen sebelum ADP ditemukan tewas menunjukkan ia terlihat memasuki kamar pada Senin (7/7) sekitar pukul 23.23 WIB.

Sekitar pukul 23.34 WIB, ADP terlihat keluar dari kamar dengan membawa keresek hitam, dan masuk kembali ke kamarnya satu menit kemudian. Dalam rekaman CCTV, kemeja yang dikenakannya dengan keadaan kancing terbuka seluruhnya.

Rekaman lain yang beredar menunjukkan momen ketika dua orang tengah berupaya membuka paksa kamar ADP pada pagi hari keesokan harinya, Selasa (8/7).

Suasana Indekos tempat seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) yg ditemukan tewas (Foto: Katadata/Fauza Syahputra)
Suasana Indekos tempat seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) yg ditemukan tewas (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)

Tindakan tersebut dilakukan atas permintaan istri korban lantaran suaminya tak kunjung memberikan kabar. Korban terakhir berkomunikasi dengan istrinya sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya setelah sebelumnya ditangani Polsek Menteng dan Polres Jakarta Pusat.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, mengatakan perkiraan kasus ini akan terpecahkan dalam satu minggu. Ia mengatakan, petugas kepolisian akan mempelajari bukti bukti yang ditemukan.

"Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik ya, baik CCTV kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan," kata Karyoto, kepada wartawan, Kamis (10/7).


Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...