Prabowo Berencana Temui Trump September atau Oktober, Siap Main Golf Bareng

Muhamad Fajar Riyandanu
16 Juli 2025, 18:05
prabowo, trump, amerika serikat
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wpa.
Presiden Prabowo Subianto menuruni tangga pesawat saat tiba di Bandar Udara Internasional Brunei, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Rabu (14/5/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berencana bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada September atau Oktober tahun ini. Ia mengatakan termin tersebut merupakan waktu yang dijanjikan oleh Trump.

“Beliau katakan mungkin sekitar September-Oktober,” kata Prabowo di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Rabu (16/7).

Prabowo berkelakar dirinya kemungkinan besar akan diajak Trump untuk main golf di sela pertemuan formal nantinya. Namun, ia mengaku takut jika diajak bermain golf dengan politikus Partai Republik itu.

“Golf saya jelek sekali, saya harus les privat golf. Dulu bagus, sekarang tidak bisa lagi,” ujarnya dengan gaya bicara humor ringan.

Meski demikian, Ketua Umum Partai Gerindra itu belum menjelaskan secara detail apakah pertemuan dengan Trump akan berlangsung di AS atau di Indonesia. Prabowo berencana untuk kembali menegosiasikan besaran tarif pajak impor AS terhadap produk asal Indonesia.

Hal ini menyusul keputusan Trump yang mengumumkan pengenaan tarif senilai 19% dari sebelumnya dipatok 32%. Prabowo memberikan sinyal bahwa dia tidak sepenuhnya puas dengan hasil negosiasi tarif 19% tersebut. Ia menilai tarif dagang ideal dapat ditekan hingga 0%. “Kalau puas ya 0%,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan perundingan dengan Amerika Serikat berlangsung dengan alot. Ia juga mengakui kerasnya Trump dalam bernegosiasi soal tarif dagang dua negara. "Saya tetap negosiasi, tapi saya bilang beliau (Trump) negosiator yang keras," ujarnya.

Sebelumnya, Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia perihal pengenaan tarif dagang. Trump menyebutkan AS akan mengenakan tarif berbeda untuk barang-barang dari Indonesia, dan barang Amerika yang diekspor ke Indonesia. 

"Mereka membayar 19% dan kami tidak membayar apa pun," kata Trump kepada wartawan dalam wawancara di Gedung Putih seperti dikutip dari pemberitaan Bloomberg, Rabu (16/7). 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...