Gempa M 8,7 Guncang Rusia, BMKG Peringatkan Tsunami di 10 Wilayah Indonesia

Ferrika Lukmana Sari
30 Juli 2025, 09:40
Rusia
ANTARA FOTO/Yudi Manar/nym.
Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pemetaan arah angin di Laboratorium Terbuka BMKG Wilayah I Medan, Sumatera Utara, Selasa (29/7/2025). Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengimbau kepada masyarakat agar waspada dengan perubahan cuaca yang bersifat dinamis di Sumatera Utara dengan potensi di siang hari kondisi cuaca cerah dengan suhu udara yang cukup panas mencapai 36.6 derajat celcius sedangkan di sore hingga malam terjadi hujan ri
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7) pagi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami dengan status waspada di beberapa wilayah Indonesia. Gelombang tsunami diperkirakan berketinggian kurang dari 0,5 meter.

“Wilayah yang berstatus waspada perlu memperhatikan potensi datangnya gelombang tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dan menjauhi wilayah pesisir,” ujar Daryono saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (30/7).

Daerah Berstatus Waspada Tsunami:

BMKG mengonfirmasi sejumlah daerah yang berstatus waspada, beserta estimasi waktu tiba gelombang tsunami:

  1. Kepulauan Talaud – pukul 14.52.24 WITA
  2. Kota Gorontalo – 16.39.54 WITA
  3. Halmahera Utara – 16.04.24 WIT
  4. Manokwari – 16.08.54 WIT
  5. Raja Ampat – 16.18.54 WIT
  6. Biak Numfor – 16.21.54 WIT
  7. Supiori – 16.21.54 WIT
  8. Sorong Bagian Utara – 16.24.54 WIT
  9. Jayapura – 16.30.24 WIT
  10. Sarmi – 16.30.24 WIT

Daryono mengimbau masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak untuk tetap tenang dan menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi lebih lanjut dari otoritas terkait.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan di wilayah Indonesia akibat gempa tersebut.

Berdasarkan hasil pemutakhiran BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 52,51° Lintang Utara dan 160,26° Bujur Timur, dengan kedalaman 18 kilometer. Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench) dengan mekanisme patahan naik.

“BMKG mencatat tujuh gempa susulan hingga pukul 08.30 WIB, dengan magnitudo terbesar 6,9 dan terkecil 5,4 di wilayah Rusia,” ujar Daryono.

Laporan dari Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) menyebutkan bahwa gempa ini juga berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah lain seperti Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas sumbernya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...