Mandiri Jogja Marathon 2025 Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Sahistya Dhanesworo
Oleh Sahistya Dhanesworo - Tim Publikasi Katadata
15 Agustus 2025, 16:16
Mandiri Jogja Marathon
Bank Mandiri
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perhelatan Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 tidak hanya menjadi ajang lomba lari, tetapi juga sarana dalam menggerakkan ekonomi lokal. Berlokasi di kawasan Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, MJM 2025 menghadirkan gabungan antara olahraga, budaya, dan partisipasi masyarakat dalam satu momentum kolaboratif.

Dampak berganda ekonomi dari ajang MJM terlihat dalam hasil survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) pada 22–27 Juni 2025, baik bagi Daerah Istimewa Yogyakarta maupun bagi pelaku usaha lokal.

Sebanyak 9.200 pelari yang datang dari berbagai daerah rata-rata mengeluarkan uang hingga Rp4,4 juta selama berada di Kota Yogyakarta. Para peserta sendiri rata-rata menghabiskan 1-2 hari dengan 92,3 persen diantaranya memilih menginap di hotel selama kunjungan.

Berdasarkan penghitungan KIC, dampak ekonomi langsung yang dihasilkan event Mandiri Jogja Marathon terhadap perekonomian lokal mencapai Rp41,5 miliar, sementara dampak ekonomi total—yang mencakup efek langsung dan multiplier—mencapai Rp54,8 miliar.

"Event seperti Mandiri Jogja Marathon ini bukan sekadar ajang olahraga, tapi juga menjadi katalis ekonomi yang nyata bagi kota penyelenggara," ujar Manager Research and Analytics Katadata Insight Center Satria Triputra.

Satria menjelaskan dampak ekonomi yang tercatat selama MJM 2025 menunjukkan bahwa acara tersebut berhasil menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.

Dari sisi UMKM, tercatat bahwa 1 dari 7 pelaku usaha membuka lapangan pekerjaan baru dengan rata-rata penambahan satu orang karyawan. Para pelaku UMKM juga mengalami kenaikan omzet rata-rata sebesar 24,5 persen, seiring dengan lonjakan jumlah pengunjung sebesar 48 persen selama penyelenggaraan event.

Signifikannya dampak terhadap usaha membuat 100 persen pelaku usaha mengaku puas dengan perhelatan event Mandiri Jogja Marathon, menurut survei KIC. Sebanyak 85,8 persen pelaku usaha juga menyatakan ingin berkolaborasi kembali dengan Mandiri pada perhelatan tahun selanjutnya.

Imbas positif juga terjadi pada persepsi peserta terhadap Yogyakarta. Survei KIC menemukan bahwa tingkat kepuasan peserta terhadap kota tempat perhelatan acara tersebut mencapai 96,9 persen.

Bahkan, 9 dari 10 orang menyatakan puas mengikuti acara ini, serta menyampaikan keinginan untuk berkunjung kembali, merekomendasikan Yogyakarta kepada orang lain, dan menganggap bahwa event marathon ini berdampak positif bagi ekonomi lokal. Temuan ini menguatkan peran MJM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi pariwisata dan UMKM di Yogyakarta.

"Tingkat kepuasan terhadap kota Jogja mencapai hampir 97 persen, dan sembilan dari sepuluh peserta ingin kembali atau bahkan merekomendasikan Jogja ke orang lain. Ini bukti bahwa dampak event ini tidak berhenti di angka ekonomi saja, tapi juga memperkuat citra Jogja sebagai destinasi unggulan," pungkas Satria.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...