Alokasi MBG Tetap Rp 10.000 per Porsi Meski Anggaran Naik Jadi Rp 355 Triliun

Muhamad Fajar Riyandanu
20 Agustus 2025, 21:16
MBG
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
Sejumlah siswa menyantap makanan bergizi gratis di SDN 2 Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/8/2025). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Regional Sulawesi Tenggara mencatat hingga 31 Juli 2025 penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) mencapai 70.000 jiwa terdiri dari 66.000 peserta didik PAUD hingga SMA serta 4.000 kelompok 3B (Bumil, Busui, dan Balita).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah tetap mengalokasi biaya belanja program makan bergizi gratis (MBG) untuk anak sekolah dan ibu hamil senilai Rp 10 ribu per porsi untuk pelaksanaan tahun 2026, meski total anggaran makan gratis melonjak hingga Rp 355 triliun.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menekankan bahwa harga standar bahan baku program makan bergizi gratis 2026 tetap sama dengan tahun ini.

Meski begitu, besaran Rp 10 ribu tidak berlaku secara kaku dan tetap akan disesuaikan dengan tingkat biaya hidup di tiap daerah. Fokus utama penyesuaian ini ditujukan untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T yang di mana harga bahan pokok cenderung lebih tinggi dibanding daerah perkotaan.

“Bahan baku tetap Rp 10 ribu dengan memperhitungkan indeks kemahalan daerah, terutama 3T,” kata Dadan pada Rabu (20/8).

Anggaran senilai Rp 335 triliun akan difokuskan untuk mempercepat penyaluran MBG kepada 82,9 juta penerima yang rencananya bakal dimulai pada akhir 2025 atau awal tahun depan. Mulanya, jumlah tersebut merupakan target jangka panjang hingga 2029.

Alokasi Anggaran Terbesar Makan Bergizi Gratis

Dadan menyampaikan porsi terbesar anggaran sekitar Rp 319,5 triliun akan dialokasikan untuk penyediaan makanan bergizi. Sisanya sekitar Rp 35,5 triliun digunakan untuk biaya pendukung atau penunjang program. “Komposisi biaya 90% untuk intervensi pemenuhan gizi dan 10% untuk dukungan manajemen,” ujar Dadan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan anggaran senilai Rp 335 triliun untuk program MBG untuk 2026. Angka tersebut naik hampir lima kali lipat dari anggaran tahun ini senilai Rp 71 triliun. Besaran dana tersebut bertujuan untuk mewujudkan distribusi MBG kepada 82,9 juta penerima yang terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil dan balita.

Prabowo berharap pemenuhan asupan makanan lengkap dan seimbang adalah kunci tumbuh kembang anak yang sehat. Percepatan distribusi paket MBG juga bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting.

"Alokasi anggaran untuk MBG tahun 2026 kita alokasikan sebesar Rp 335 triliun," kata Prabowo saat menyampaikan pidato RUU APBN dan Nota Keuangan di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (15/8).

Menurut Prabowo, MBG punya efek berganda atau multiplier effect terhadap ekonomi nasional. Ia optimistis program tersebut dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru dari pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur umum MBG hingga pelosok negeri.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...