Top News: Asa Elnusa Raih Laba dari Sektor Migas dan Nilai Pasar BCA

Agus Dwi Darmawan
21 Agustus 2025, 08:00
Ilustrasi
Katadata
Ilustrasi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Selamat datang di rangkuman berita terpopuler kemarin, Top News Katadata.co.id menghadirkan lima topik yang paling banyak dibicarakan dan menjadi tren. Salah satunya adalah optimisme Elnusa (ELSA) yang berpotensi meraih laba triliunan rupiah di tengah geliat sektor migas. Selain itu, perbincangan hangat seputar wacana negara mengambil alih 51% saham BCA turut menjadi sorotan utama.

Terkait isu BCA, pihak bank telah mengungkapkan sikap mereka mengenai peralihan 51% saham, sekaligus membantah bahwa nilai pasar saham mereka mencapai Rp 117 triliun. Di ranah korporasi lainnya, perhatian publik tertuju pada duduk perkara gugatan yang dilayangkan oleh perusahaan tol milik Jusuf Hamka, CMNP, terhadap emiten Hary Tanoe, BHIT. Dinamika pasar modal juga diramaikan dengan rencana delapan perusahaan yang siap melantai di bursa melalui IPO.

Sementara itu, isu nasional yang tak kalah ramai datang dari Sri Mulyani, yang membantah keras pernah menyebut guru sebagai beban negara, menegaskan bahwa itu adalah hasil manipulasi deepfake. Berbagai perkembangan ini mencerminkan dinamika penting yang mewarnai pemberitaan kemarin. Semoga rangkuman ini memberikan gambaran komprehensif tentang peristiwa terkini yang paling relevan.

Asa Elnusa (ELSA) Genggam Laba Triliunan di Tengah Geliat Ladang Migas

PT Elnusa Tbk (ELSA), emiten Grup Pertamina, menargetkan laba bersih mencapai Rp 1 triliun dalam satu hingga dua tahun ke depan, didukung optimisme terhadap bisnis di ladang migas yang kian menggeliat. Target ini menandai peningkatan sekitar 40% dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp 713,67 miliar. Pada semester pertama 2025, Elnusa telah mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 6,96 triliun, meningkat 10,3% secara tahunan, menunjukkan kinerja yang solid.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, Elnusa berfokus pada sejumlah proyek strategis, termasuk penguatan jasa hulu migas, diversifikasi layanan ke sektor nonmigas, dan eksplorasi peluang sinergi. Prospek kinerja Elnusa semakin cerah dengan dukungan target lifting migas pemerintah dan potensi penggabungan usaha dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang diproyeksikan dapat meningkatkan laba bersih signifikan. Namun, ada satu aksi korporasi besar yang sedang dikaji oleh induk perusahaan, yang berpotensi mengubah lanskap bisnis Elnusa secara fundamental; apakah Elnusa akan benar-benar digabungkan dengan PDSI, dan bagaimana dampak lengkapnya bagi perusahaan?. Baca berita selanjutnya 

BCA Ungkap Sikap Soal Peralihan 51% Saham, Bantah Nilai Pasar Capai Rp 117 T

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menanggapi desakan pemerintah untuk mengambil alih paksa 51% sahamnya, wacana yang berkaitan dengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) saat krisis 1998. Isu ini mencuat setelah Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) mengklaim nilai saham BBCA seharusnya Rp 117 triliun, bukan Rp 5 triliun, dan BCA memiliki utang kepada negara. Corporate Secretary BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, membantah klaim tersebut, menjelaskan bahwa Rp 117 triliun merujuk pada total aset, bukan nilai pasar perusahaan.

Ketut menegaskan bahwa nilai pasar BCA saat proses strategic private placement sekitar Rp 10 triliun, dan akuisisi 51% saham oleh konsorsium FarIndo melalui tender BPPN dilakukan secara transparan sesuai kondisi pasar. Ia juga membantah adanya utang Rp 60 triliun, melainkan BCA memegang aset obligasi pemerintah senilai itu yang seluruhnya telah lunas pada tahun 2009. Jadi, bagaimana sebenarnya proses peralihan saham BCA yang diklaim bermasalah ini telah diselesaikan menurut ketentuan dan hukum yang berlaku?. Lanjut berita berikut

Duduk Perkara Perusahaan Tol Jusuf Hamka CMNP Gugat Emiten Hary Tanoe BHIT

Perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) menggugat PT MNC Asia Holding Tbk. (BHIT) dan pemiliknya, Hary Tanoe, terkait transaksi Negotiable Certificate of Deposit (NCD) pada tahun 1999. Gugatan perdata ini diajukan karena CMNP menilai transaksi tukar-menukar surat berharga dengan Unibank, di mana BHIT bertindak sebagai arranger, tidak sah dan merugikan perseroan. CMNP berharap mendapatkan kepastian hukum dan keuntungan finansial jika gugatan ini dikabulkan oleh pengadilan.

Sementara itu, BHIT membantah gugatan CMNP, menegaskan perannya hanya sebagai perantara yang telah selesai setelah transaksi tahun 1999. BHIT berpendapat gugatan seharusnya ditujukan kepada Unibank sebagai penerbit NCD yang bubar pada tahun 2001, bukan kepada mereka yang menilai gugatan itu mengada-ada dan tidak berdasarkan fakta lengkap. Setelah mediasi gagal, langkah apa yang akan diambil BHIT dan Hary Tanoe selanjutnya di pengadilan, dan kapan mereka akan memberikannya?. Klik berita ini untuk membaca kelanjutannya  

Sri Mulyani Bantah Pernah Sebut Guru Jadi Beban Negara: Itu Hasil Deepfake

Belakangan, media sosial diramaikan dengan konten sindiran terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, sebagai respons atas potongan video viral yang menuduhnya menyebut guru sebagai beban negara. Sri Mulyani membantah tegas tuduhan tersebut, menjelaskan bahwa video yang beredar adalah hoaks dan hasil *deepfake* atau potongan tidak utuh dari pidatonya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.

Faktanya, dalam pidato aslinya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia ITB, Sri Mulyani justru menekankan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, termasuk guru dan dosen. Ia juga menyoroti tantangan keuangan negara dalam membiayai gaji serta tunjangan mereka, mempertanyakan apakah semua harus dibebankan pada keuangan negara atau ada partisipasi masyarakat. Untuk memahami konteks penuh dari pernyataan Sri Mulyani serta tantangan yang dihadapinya, selami detailnya dalam artikel ini.. Baca berita selanjutnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Aryo Widhy Wicaksono

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...