BEM SI Gelar Demo Imbas Aksi Arogan Rantis Brimob, BEM UI Ajukan Lima Tuntutan

Karunia Putri
29 Agustus 2025, 09:02
BEM SI
Katadata/Fauza Syahputra
Massa berunjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jalan Gelora, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan menggelar aksi bertajuk Reformasi Polri di Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya hari ini, Jumat (29/8) pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan keterangan resmi dalam unggahan Instagram @bem_si, Koordinator Pusat BEM SI 2025, Muzammil Ihsan menyerukan kepada BEM SI, seluruh mahasiswa serta seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut merapatkan barisan dalam aksi tersebut. Aksi juga akan dilangsungkan di 19 daerah di seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Aksi tersebut merupakan respons atas dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat. Khususnya tragedi yang menyebabkan pengemudi ojek online (ojol) Grab Indonesia yang tewas saat akibat dilindas mobil rantis saat aksi di Pejompongan pada Kamis (28/8)

“Situasi bangsa kita hari demi hari semakin banyak persoalan dan represifitas yang dilakukan aparat penegak hukum (POLRI), maka daripada itu saatnya kita bersuara dan bersikap pada Aksi Reformasi Polri,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (29/8).  

Seruan aksi lain terhadap aparat kepolisian datang dari BEM Universitas Indonesia (UI). Dalam keterangan resmi Instagram @bemui_official, BEM UI juga akan turun ke Polda Metro Jaya. Massa aksi akan berkumpul di Lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI dan begerak menuju lokasi aksi.

Dalam pernyataan tersebut, BEM UI menyebut institusi yang seharusnya menjadi pelindung justru berubah menjadi algojo berseragam yang merusak harkat dan martabat warga sipil. “Apabila dibiarkan, kekejaman akan semakin merajalela. Bila tak ada suara perlawanan, maka keadilan akan terkubur,” tulis BEM UI dalam keterangannya.

Melalui ajakan itu, BEM UI juga mengundang seluruh fakultas dan Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Universitas Indonesia untuk bersatu menyuarakan aspirasi. Mereka menuntut Kepolisian Negara Republik Indonesia menghentikan tindakan sewenang-wenang, menghormati hak asasi manusia serta bertanggung jawab atas setiap pelanggaran.

“Sudah cukup rakyat ditindas oleh oknum aparat, mari melawan,” tulisnya.

Ada lima tuntutan yang akan dibawa BEM UI ke Polda Metro Jaya siang nanti. Berikut isinya:

  1. Menuntut Polri untuk bertanggung jawab terhadap penangkapan, kekerasan, hingga pembunuhan yang dilakukan kepada massa aksi;
  2. Mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolri yang tutup mata dan terus membiarkan represifitas terjadi;
  3. Menghukum setiap anggota Polri yang melakukan kekerasan, penyiksaan, hingga pembunuhan terhadap massa aksi;
  4. Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan; dan
  5. Menuntut reformasi institusi Polri yang telah menyimpang jauh dari tugas pokok dan wewenang.

Kronologi Drive Ojol Meninggal Ditabrak Rantis 

Seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah tertabrak dan dilindas kendaraan taktis atau rantis Brimob di tengah kericuhan usai demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta.  Kejadian ini terjadi di Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam. 

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono membenarkan bahwa salah seorang pengemudi ojek online tewas dalam kejadian tersebut.   

“Iya, saya lagi di RSCM, sedang di kamar jenazah,” kata Igun saat dihubungi, Kamis (28/8) malam.   

Berdasarkan sejumlah video yang beredar, saat kejadian, korban yang mengenakan jaket salah transportasi online berwarna hijau terlihat terjatuh, saat sekelilingnya tengah berlarian. Dalam kondisi itu, terlihat kendaraan rantis Brimob menabrak korban, sehingga ia terjatuh.  

Kendaraan rantis itu sempat berhenti sejenak, massa aksi di sekitar lokasi yang melihat kejadian itu sontak berteriak, sebagian coba menolong korban, beberapa lainnya mencoba memukul kendaraan taktis tersebut.

Namun, kendaraan taktis tersebut malah kembali melaju, melindas korban yang masih belum terbangun setelah sebelumnya ditabrak. Badan korban terlindas, kendaraan taktis melaju dan dikejar massa.




Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...