Gita Wirjawan: Danantara Bisa Jadi GPS untuk Atasi Ketidakpastian Ekonomi RI

Karunia Putri
5 September 2025, 04:05
Gita Wirjawan
Instagram/Gita Wirjawan
Peneliti tamu di Stanford sekaligus pembawa acara Podcast Endgame, Gita Wirjawan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Peneliti tamu di Stanford sekaligus pembawa acara podcast Endgame Gita Wirjawan Gita Wirjawan menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata (BPI Danantara) bisa berperan seperti sistem navigasi atau global positioning system (GPS) untuk mengurangi ketidakpastian ekonomi di Indonesia.

Ia menyatakan dukungan terhadap Danantara secara struktural, menekankan lembaga ini mampu mengubah kondisi uncertainty ekonomi menjadi lebih baik. Sebagai entitas baru yang dibangun untuk mengelola aset negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara memiliki peran strategis dalam investasi di Tanah Air.

“Ini adalah entitas paling besar dan utama yang mendapat kepercayaan penuh dari pemimpin negara. Saya bukan marketing director Danantara, tapi menurut intuisi dan logika saya, jika dijalankan dengan benar, tidak ada alasan lembaga ini gagal,” ujar Gita saat acara Meet The Leaders 6 di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (4/9).

Gita menekankan pentingnya Danantara untuk memberi Indonesia posisi strategis di kancah global. Dengan peran ini, lembaga tersebut berpotensi menjalin kerja sama jangka panjang dengan institusi internasional, bahkan hingga 75 tahun.

Ia mencontohkan praktik di Amerika Serikat melalui CalPERS (California Public Employees’ Retirement System), sebuah lembaga investasi berorientasi jangka panjang.

Jika Danantara meniru pola serupa, misalnya menggandeng mitra internasional untuk proyek perubahan iklim, pemerataan kesejahteraan, atau distribusi layanan publik, hal ini akan menjadi terobosan besar.

Gita menyoroti dua kunci agar Danantara bisa bersaing dengan Sovereign Wealth Fund dunia. Pertama, membuat Indonesia diperhitungkan di mata dunia; kedua, mampu mengubah ketidakpastian menjadi kepastian. “Jika dua hal ini dijalankan dengan benar, saya optimistis lembaga ini akan sukses,” katanya.

Selain itu, Gita menekankan pentingnya memisahkan peran negara sebagai regulator dan operator. Konflik peran selama ini dianggap menghambat semangat kewirausahaan. Danantara, sebagai quasi-government entity, harus bisa fokus pada tugasnya.

Danantara Siapkan Patriot Bonds Senilai Rp 50 Triliun

BPI Danantara mengumumkan rencana meluncurkan obligasi patriotik atau Patriot Bonds untuk menghimpun dana hingga US$ 3,1 miliar atau setara Rp 50 triliun. Obligasi ini akan diterbitkan melalui skema private placement kepada para pebisnis terkemuka.

Dana yang terkumpul akan dialokasikan ke sektor strategis, mulai dari transisi energi, penciptaan lapangan kerja, hingga perlindungan lingkungan. Danantara menyebut instrumen ini sebagai “modal persenjataan” untuk mencapai kemakmuran jangka panjang, bahkan setelah obligasi jatuh tempo.

Obligasi ini menawarkan kupon di bawah harga pasar dan menyasar business leaders atau konglomerat Indonesia. Patriot Bonds akan diterbitkan dalam dua seri, tenor lima tahun dan tujuh tahun, masing-masing senilai Rp 25 triliun. Penerbitan direncanakan pada 1 Oktober.

“Danantara meluncurkan Patriot Bonds untuk mengajak para pemimpin bisnis mengumpulkan sumber daya bagi proyek jangka panjang dan berdampak tinggi di berbagai sektor,” tulis Danantara dalam keterangan resmi dikutip Selasa (26/8).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...