Top News: Prabowo Reshuffle 5 Menteri dan IPO Merdeka Gold Anak Usaha MDKA

Agus Dwi Darmawan
9 September 2025, 08:42
Top News: Berikut Adalah Gabungan Kalimat yang sudah Diringkas Maksimal 4 Kata: **Fakta IPO Merdeka Gold dan Prabowo Reshuffle 5 Menteri**
vecteezy.com/ecaterina tolicova
Top News: IPO Merdeka Gold dan Prabowo Reshuffle 5 Menteri
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Selamat datang di rangkuman berita terpopuler kemarin, menghadirkan informasi terkini yang paling banyak dibicarakan. Dunia pasar modal sedang bergejolak dengan resmi dimulainya IPO Merdeka Gold (EMAS), anak usaha MDKA, yang mengincar dana hingga Rp 4,8 triliun. Penawaran sahamnya diketahui berkisar antara Rp 1.800 hingga Rp 3.020 per saham, termasuk dalam lima fakta penting mengenai IPO tersebut. Ini semua merupakan bagian dari berita terbaik yang kami rangkum untuk Anda.

Sementara itu, kancah politik juga tak kalah panas dengan kabar reshuffle yang dilakukan oleh Prabowo, melibatkan lima menteri penting. Salah satunya adalah Sri Mulyani yang terkena perombakan, memicu spekulasi luas di kalangan publik. Posisi Menteri Keuangan kini diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang profilnya menjadi sorotan utama. Pergantian ini tentu membawa dampak signifikan bagi arah kebijakan ekonomi mendatang.

Di balik dinamika pasar, jejak Saratoga sebagai pengendali di balik IPO Merdeka Gold (EMAS) anak MDKA juga menjadi topik hangat yang banyak dibahas. Semua informasi ini merangkum peristiwa paling menonjol dan populer yang terjadi kemarin. Ikuti rangkuman selengkapnya untuk memahami lebih dalam setiap perkembangan penting ini.

5 Fakta IPO Merdeka Gold Anak Usaha MDKA, Tawarkan Rp 1.800 – Rp 3.020 per Saham

PT Merdeka Gold Resources Tbk, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO) yang menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 4,88 triliun. Perusahaan melepas 1,61 miliar saham atau 10% dari modal ditempatkan di rentang harga Rp 1.800–Rp 3.020 per lembar, dengan sebagian besar dana IPO dialokasikan untuk melunasi utang signifikan kepada induk usaha dan menyediakan modal kerja bagi entitas anak.

Meskipun mencatatkan kerugian bersih sebesar US$9,2 juta per Maret 2025, Merdeka Gold Resources memegang prospek besar melalui pengembangan Proyek Emas Pani, yang diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan target produksi komersial awal 2026. Untuk memahami lebih dalam mengenai rincian penggunaan dana, kinerja keuangan, struktur kepemilikan, dan potensi proyek ambisius ini, baca artikel selengkapnya.. Simak berita selengkapnya 

Prabowo Reshuffle 5 Menteri, Sri Mulyani Terkena Perombakan

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan merombak kabinetnya hari ini, dengan sejumlah menteri dikabarkan akan diganti dari jabatannya. Posisi vital seperti Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Menteri Koperasi termasuk di antara yang akan diubah oleh Presiden. Rumor beredar mengenai penggantian nama-nama seperti Sri Mulyani dan Dito Ariotedjo dalam reshuffle ini.

Sejalan dengan perubahan tersebut, beberapa figur telah terlihat hadir di Istana Kepresidenan, mengindikasikan mereka adalah kandidat menteri baru. Nama-nama yang terlihat antara lain Mochamad Irfan Yusuf, Purbaya Yudhi Sadewa, Mukhtarudin, dan Ferry Juliantono, semuanya tiba mengenakan setelan jas. Namun, siapakah di antara figur yang hadir di Istana ini yang akan benar-benar dilantik, dan posisi apa yang akan mereka isi, serta bagaimana nasib para menteri yang dikabarkan akan diganti dalam perombakan kabinet ini? Baca berita selanjutnya.

IPO Merdeka Gold Anak Usaha MDKA Resmi Dimulai, Incar Dana hingga Rp 4,8 Triliun

PT Merdeka Gold Resources Tbk, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan target pencatatan pada 23 September 2025. Perusahaan akan melepas 1,61 miliar saham atau 10% dari modalnya, dengan harga antara Rp 1.800 hingga Rp 3.020 per lembar, menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 4,88 triliun. IPO ini akan membiayai pengembangan Proyek Emas Pani, yang diprediksi menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dan Asia Pasifik dengan lebih dari 7 juta ounces kandungan emas.

Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja anak usaha, termasuk US$ 20 juta untuk PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan US$ 20 juta sebagai pinjaman kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS). Sisa dana signifikan akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang sebesar US$ 260 juta kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Dengan total liabilitas mencapai US$ 280 juta per 31 Maret 2025, bagaimana strategi keuangan ini akan membentuk lanskap pertambangan emas di masa depan? Simak berita selengkapnya.

Menyusur Jejak Saratoga, Pengendali di Balik IPO Merdeka Gold (EMAS) Anak MDKA


PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) setelah disetujui OJK, menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 4,88 triliun dengan melepas 1,61 miliar saham pada rentang harga Rp 1.800–Rp 3.020. IPO ini didukung oleh PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Setelah IPO, MDKA akan tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan 56,46%, diikuti oleh beragam entitas dan individu lain seperti Winato Kartono, Hardi Wijaya Liong, dan Garibaldi Thohir.


Di balik IPO EMAS, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Provident Capital Indonesia (PALM) berperan sebagai pemegang saham pengendali MDKA, dengan Garibaldi Thohir juga memiliki saham mayoritas di emiten tambang emas ini. Saratoga, investor di sektor logam mulia, energi, dan infrastruktur, mencatat laba bersih Rp 102,01 miliar pada semester I 2025, sementara Provident Capital yang berfokus pada investasi mencatat kerugian yang meningkat di kuartal I 2025. Dengan adanya keterlibatan konglomerasi besar di belakang MDKA dan kini EMAS, bagaimana kinerja keuangan terbaru dari Provident Capital di semester I 2025 yang belum dirilis akan mempengaruhi sentimen pasar? Silakan klik untuk membaca kelanjutannya. 

Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Baru Pengganti Sri Mulyani

Pemerintah resmi mengumumkan perombakan kabinet atau reshuffle pada Senin (8/9), dengan penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Presiden Prabowo Subianto telah melantik dan mengambil sumpah Purbaya bersama pejabat-pejabat lain yang menduduki posisi baru tersebut. Langkah ini menandai era baru kepemimpinan di sektor keuangan negara.

Purbaya Yudhi Sadewa dikenal sebagai ekonom senior lulusan Teknik Elektro ITB dan meraih gelar Master serta Doktor Ilmu Ekonomi dari Purdue University. Ia memiliki pengalaman luas di pemerintahan, termasuk sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS, Deputi di Kemenko Kemaritiman, Staf Khusus di berbagai kementerian, serta peran penting di sektor swasta seperti di Danareksa. Dengan rekam jejak yang begitu mumpuni, seperti apa visi dan kebijakan Purbaya dalam memimpin Kementerian Keuangan menghadapi tantangan ekonomi mendatang? Lanjut berita berikut.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Aryo Widhy Wicaksono

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...