Profil Wamen Haji Dahnil Anzar: Aktivis Muhammadiyah, Politisi Gerindra

Muhamad Fajar Riyandanu
9 September 2025, 09:34
bp haji, profil Dahnil Anzar Simanjuntak
Kemenag
Dahnil Anzar Simanjuntak
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melantik Dahnil Anzar Simanjuntak menjadi Wakil Menteri atau Wamen Haji dan Umrah di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (8/9). Dahnil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Penyelenggara atau BP Haji sejak 22 Oktober 2024.

Pengesahan revisi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengubah status BP Haji menjadi lembaga khusus setingkat kementerian. Ketentuan tersebut ikut mengangkat kedudukan Dahnil menjadi Wakil Menteri Haji dan Umrah.

Dahnil Anzar Simanjuntak lahir di desa Salahaji, Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada 10 April 1982. Ia pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 dalam Muktamar XVI di Asrama Haji, Padang, Sumatera Barat.

Dahnil tercatat sebagai anggota dewan pembina sekaligus Ketua Bidang Organisasi Sayap Partai Gerindra. Pada masa Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019, ia dipercaya sebagai Koordinator Juru Bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dahnil sebelumnya merupakan dosen tetap aparatur sipil negara (ASN) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Ia kemudian mengundurkan diri sebagai ASN setelah memutuskan untuk bergabung ke Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Saat Prabowo Subianto diangkat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia pada 2019, dia ditunjuk sebagai Staf Khusus Kementerian Pertahanan bidang Komunikasi Publik, Sosial Ekonomi, dan Hubungan Antarlembaga.

Total Kekayaan Dahnil Anzar Rp 27 Miliar

Dahnil tercatat memiliki total kekayaan Rp 27,89 miliar dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan pada 30 Desember 2024, saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala BP Haji.

Besaran data harta itu mencakup:

  • Tanah dan bangunan Rp 10,2 miliar yang tersebar di Tangerang Selatan dan Medan. nilai tertinggi yakni tanah dan bangunan seluas 136 m2/120 m2 di Tangerang Selatan seharga Rp 3 miliar.
  • Alat transportasi dan mesin Rp 3,29 miliar yakni:
  1. Mobil Toyota Alphard 2023 Rp 1,2 miliar
  2. Mobil Toyota Land Cruiser 2013 Rp 700 juta
  • Harta bergerak lainnya Rp 1,4 miliar
  • Kas dan setara kas Rp 13 miliar

Riwayat Pendidikan Dahnil Anzar

Ia menghabiskan masa kecilnya di Kuala Simpang mulai dari TK Aisyiyah, SDN Sriwijaya, Aceh Tamiang dan SMPN 1 Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Dahnil Anzar dan keluarga pindah ke Sibolga, Sumatera Utara. Ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Sibolga. Setelah lulus SMP, ia dan keluarganya pindah lagi ke Kota Tangerang.

Dia melanjutkan pendidikan S1 Ilmu Akuntansi Publik di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Jakarta. Pada 2005, ia melanjutkan ke Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik (MPKP) Konsentrasi Desentralisasi Keuangan Pusat dan Daerah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI).

Sambil menyelesaikan kuliah S2, dia bekerja sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Setelah selesai pendidikan S2, dia kemudian diterima sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil di Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.

Pada 2018, Dahnil Anzar melanjutkan pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Diponegoro, Semarang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...