Kalah 0-1 Dari Korea Selatan, Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Asia U-23 2026
Timnas U-23 Indonesia kalah 0-1 dari Korea Selatan dalam laga pamungkas di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (10/9) malam. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2026 di Arab Saudi.
Indonesia membutuhkan kemenangan untuk lolos sebagai juara grup J, karena peluang sebagai runner-up terbaik sudah tertutup. Namun, harapan ini pupus setelah Korea Selatan mencetak gol cepat melalui Hwang Do-yun pada menit ke-6.
Skor 1-0 bertahan hingga laga usai, memastikan Korea Selatan keluar sebagai juara Grup J dengan poin sempurna, sembilan poin dari tiga pertandingan.
Korea Selatan sendiri tampil dominan sepanjang kualifikasi, mencatatkan kemenangan telak atas Makau (5-0), Laos (7-0), dan Indonesia (1-0). Sementara itu, Indonesia hanya mampu mengumpulkan empat poin dari hasil imbang dan satu kemenangan sebelum akhirnya takluk dari Korea Selatan.
Dengan hasil ini, Korea Selatan memastikan tiket ke Piala Asia U-23 2026, sedangkan Timnas U-23 Indonesia harus mengakhiri perjuangan di babak kualifikasi.
Erick Thohir Minta Direktur Teknik PSSI Evaluasi Menyeluruh Timnas U-23
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI Erick Thohir meminta Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers melakukan evaluasi menyeluruh setelah Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026.
"Saya rasa kita kalah terhormat. Nanti saya akan meminta direktur teknik untuk meninjau semuanya, tidak hanya hasil hari ini tetapi juga persiapan ke depan,” kata Erick saat ditemui wartawan setelah pertandingan terakhir Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, di Stadion Delta Sidoarjo, Selasa (9/9) malam.
Ia mengapresiasi anak asuh Gerald Vanenburg yang sudah berusaha bermain baik dengan berbagai formasi, mulai 4-3-3 hingga 3-5-2 saat melawan Korea Selatan, namun hasil akhir tetap belum sesuai harapan.
Menurut dia, kalah dengan skor 0-1 merupakan hasil maksimal yang diraih skuad Garuda Muda saat ini, meskipun bukan hal yang bagus. Erick mengakui bahwa Korsel merupakan tim kuat dengan catatan selalu meraih kemenangan telak sepanjang penyisihan Grup J kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
“Kalah 1-0 dari Korea memang tidak bagus, tapi mereka tim yang kuat,” kata dia.
Oleh karena itu, dirinya bersama Exco PSSI sudah membahas dan meramu rancangan regulasi yang baik untuk klub, pemain muda hingga Timnas Indonesia, khususnya U-23. "Apakah di Liga 2 ke depan nanti perlunya U-23 menjadi pemain inti, misalnya," ujar Erick Thohir.
Rencana itu baru bisa diterapkan musim depan. Sebab jika aturan diubah sekarang, justru dapat menimbulkan kebingungan, terutama bagi klub.
Selain itu, PSSI menyiapkan rencana menggelar Piala Presiden pada April atau Mei tahun depan dengan kemungkinan diikuti 64 klub dari seluruh Indonesia. Regulasi komposisi pemain muda juga akan ditinjau kembali.
Ketika ditanya soal kemungkinan mengadakan kompetisi khusus pesepakbola U-23, Erick menilai hal itu tidak mudah diwujudkan saat ini. “Tapi di Liga 2 kami akan dorong pemain U-23 mendapat kesempatan bermain. Di Liga 3 dan 4, mungkin tahun depan komposisi pemain muda bisa lebih banyak,” ujarnya.
Menurut dia, pembinaan kelompok usia muda saat ini cukup baik di level U-17 dan U-20, namun masih perlu peningkatan pada jenjang U-21 hingga U-23, untuk menunjang Timnas Indonesia.
"Kami akan tingkatkan lagi pembinaan dari grassroots juga," kata Erick Thohir.
