Banjir Besar Terjang Bali, Dua Orang Tewas dan Empat Hilang
Banjir besar yang terjadi di Kabupaten Jembrana, Bali menyebabkan dua orang meninggal dunia. Selain itu, empat warga Denpasar Barat, Bali dilaporkan hilang.
Dua orang yang meninggal yakni warga Desa Pengambengan, Jembrana, bernama Nita Kumala (23), dan seorang warga Desa Dangin Tukadaya bernama I Komang Oka Sudiastawa (38).
Nita sebelumnya dikabarkan hanyut ditemukan meninggal dunia. "Jenazah ditemukan warga di rawa tidak jauh dari tempat dia hanyut," kata Kepala Desa Pengambengan Kamaruzzaman, saat ditemui di lokasi, Rabu (10/9).
Oleh petugas, jenazah perempuan yang sedang hamil dua bulan ini dibawa ke Puskesmas Pengambengan.
Sebelumnya, Nita yang hendak pulang ke Dusun Kumbading dari Dusun Munduk, Desa Pengambengan dengan dibonceng sepeda motor oleh Bilal Ramdhan, suaminya, hilang terseret arus banjir.
Saat melintasi jalan yang digenangi banjir dengan arus deras sekitar pukul 02.30 WITA, mereka beserta sepeda motornya terseret arus ke arah rawa. Bilal berhasil menyelamatkan diri dan mencari pertolongan warga, kemudian mencari Nita.
Sedangkan Oka Sudiastawa meninggal dunia setelah terpeleset dan tenggelam di genangan banjir. Nanda, keponakan korban mengatakan pamannya itu mengecek banjir di sekitar rumahnya yang ketinggiannya mencapai pinggang orang dewasa.
"Kemungkinan terpeleset dan kepalanya terbentur sehingga tenggelam," katanya.
Hujan lebat sejak Selasa (9/9) menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah Kabupaten Jembrana. Banjir besar juga menggenangi jalan raya Denpasar-Gilimanuk yang menyebabkan kemacetan panjang.
Empat Orang Hilang Diterjang Banjir
Empat orang dinyatakan hilang terbawa banjir yang menghantam dua ruko yakni Ruko Taslim Textile dan New Centrum di Jalan Sulawesi Nomor 9 Denpasar Barat, Bali, pada Rabu pagi.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Krisna Dewi saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan awalnya ada enam orang dilaporkan hilang dari dua ruko tersebut.
Namun setelah dicari oleh pihak keluarga ada dua orang yang tidak ada di rumah saat kejadian, sementara empat orang lainnya hingga kini masih tak ada kabar. Identitas keempat orang tersebut masih belum terungkap.
"Empat orang ini dari dua rusun, duanya dari Ruko Taslim, dua lagi dari Ruko New Centrum," kata Laksmi Krisna.
Menurut keterangan Laksmi, kepolisian terkendala dalam pencarian karena kondisi di sekitar lokasi kejadian terkena banjir.
Berdasarkan pantauan Antara, selain Toko Tasnim Textile, ada sembilan ruko di samping kiri dan kanan juga terdampak banjir. Air yang meluap dari Sungai Tukad Badung merobohkan bangunan toko yang diisi oleh barang-barang tekstil.
Ruko-ruko tersebut umumnya berukuran tiga meter. Gulungan-gulungan kain tampak masih ada yang tersisa, namun sebagian besar telah hanyut terbawa air.
Sementara itu seorang warga pemilik ruko di Jalan Sulawesi, Harman Asegaf mengatakan pada pukul 5.15 WITA dia mendengar getaran yang terjadi di dinding ruko. 15 menit kemudian, dinding bagian belakang rukonya ambruk.
"Mungkin akibat terlambat buka pintu air, makanya cepat ambruk bangunannya," katanya.
Hingga berita ini disiarkan, dentuman-dentuman kecil masih terdengar dari beberapa bangunan ruko yang berderet di Jalan Sulawesi Denpasar.
Posisi beberapa bangunan tersebut sudah nampak miring ke arah sungai. Puluhan personel Polisi mengatur lalu lintas dan mengevakuasi warga sekitar.
