Gerindra Anggap Bioskop Ruang Publik, Tak Masalahkan Penayangan Video Prabowo

Ade Rosman
15 September 2025, 11:03
prabowo, bioskop, gerindra
Katadata
Ilustrasi Bioskop
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Danang Wicaksana menilai bioskop merupakan ruang publik. Oleh sebab itu ia tidak mempermasalahkan penayangan cuplikan video capaian program Presiden Prabowo Subianto yang ditayangkan di layar bioskop sebelum film dimulai. 

“Saya kira video (di bioskop) itu bagus. Tidak ada yang salah. Bioskop bagian ruang publik,” kata Danang dalam keterangannya, Senin (15/9).

Ia berpandangan, pemerintah perlu terus melakukan terobosan agar informasi pembangunan dan capaian program dapat tersampaikan secara luas.

Danang juga mengapresiasi penayangan video tersebut. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk inovasi komunikasi publik dan masyarakat membutuhkan informasi di tengah kesibukan. 

“Justru publik akan bertanya, apa yang dilakukan pemerintah, jika tidak dikomunikasikan dengan baik,” katanya. 

Fenomena ditayangkannya video tersebut viral di media sosial. Video ini menampilkan pertemuan Prabowo dengan masyarakat serta berbagai capaian pemerintahannya selama 10 bulan.

Penayangannya dilakukan sebelum film utama diputar, sehingga memicu pro dan kontra di kalangan penonton dan warganet.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penggunaan media publik, termasuk bioskop, sebagai sarana penyampaian pesan pemerintahan merupakan hal yang wajar, selama tidak melanggar aturan maupun kenyamanan publik.

“Tentunya sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan dan keindahan, maka penggunaan media-media publik untuk menyampaikan sebuah pesan tentu sebuah hal yang lumrah,” kata Prasetyo Hadi melalui pesan teks, Minggu (14/9).

Isi tayangan video tersebut memuat narasi capaian sejumlah program pemerintah. Di antaranya, produksi beras nasional yang telah mencapai 21,76 juta ton hingga Agustus 2025, serta beroperasinya 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, video juga menampilkan klaim keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025 sudah menjangkau 20 juta penerima manfaat.

Tak hanya itu, dalam tayangan juga disebutkan peluncuran 80 ribu kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih, serta 100 Sekolah Rakyat yang sudah resmi beroperasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...