Trump Tolak Pengakuan Negara Palestina saat Berpidato di Sidang Umum PBB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menganggap sikap pengakuan terhadap negara Palestina saat ini serupa dengan memberikan dukungan bagi aksi terorisme.
Ia menilai pengakuan terhadap Palestina saat ini sebagai bentuk pembenaran atau dukungan terhadap kelompok-kelompok militan seperti Hamas yang ia pandang sebagai organisasi teroris.
Trump menyampaikan hal tersebut saat berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa (23/9) waktu setempat. “Memberi pengakuan sekarang berarti memberi hadiah kepada para pembunuh. Dunia tidak boleh melakukan itu,” kata Trump.
Politisi Partai Republik itu juga menyebut Hamas sebagai kelompok yang bertanggung jawab atas kegagalan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza. “Mereka menolak semua upaya damai dan menolak membebaskan sandera. Itu bukan perjuangan, itu terorisme,” tegas Trump.
Pada forum tersebut, Trump mendesak Hamas agar dapat segera membebaskan para sandera dan melepaskan seluruh warga sipil yang masih ditahan. Ia menekankan pembebasan sandera merupakan syarat utama sebelum membicarakan isu politik, termasuk pengakuan kenegaraan Palestina atau legitimasi Hamas.
Trump menggarisbawahi tidak akan ada perundingan atau pengakuan politik apa pun selama Hamas masih menahan warga sipil. “Sampai sandera dibebaskan, tidak ada alasan berbicara soal legitimasi politik,” ujarnya.
Trump menegaskan bahwa AS akan tetap mendukung Israel sepenuhnya dan tidak akan menerima tindakan apa pun yang dapat mengancam keselamatan dan kedaulatan Israel di Timur Tengah. Menurutnya, Israel berhak melakukan tindakan militer untuk melindungi rakyat dan wilayahnya ketika mendapat serangan dari pihak eksternal.
“Israel punya hak membela diri. Tidak ada negara yang akan membiarkan roket jatuh di kota-kotanya tanpa balasan,” kata Trump.
Di sisi lain, jumlah negara yang mendukung kemerdekaan Palestina kian bertambah seiring gelaran Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York. Sejumlah negara-negara Barat kini menyampaikan sikap mengakui Palestina.
Beberapa negara tersebut adalah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal secara serentak pada 21 September lalu. Bertambahnya dukungan dari empat negara itu membuat jumlah pengakuan terhadap Negara Palestina mencapai 151 dari 193 anggota PBB, atau sekitar 78% dari keseluruhan anggota.
Sikap empat negara tersebut dilatarbelakangi kekecewaan terhadap berlarutnya konflik bersenjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Dukungan tersebut diharap dapat mendorong tercapainya two state solution atau solusi dua negara sebagai opsi jalan damai.
Presiden Prabowo Subianto turut menegaskan dukungan Indonesia terhadap penerapan two-state solution sebagai upaya menghentikan konflik bersenjata dan mewujudkan perdamaian antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza.
Prabowo menekankan Indonesia akan terus aktif mengambil sikap dan tindakan diplomatik untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Kami percaya satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan adalah melalui solusi dua negara Palestina yang merdeka dan Israel yang aman,” kata Prabowo saat berbicara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat pada Selasa (23/9), yang disiarkan lewat kanal Youtube Sekretariat Presiden.
===
https://www.youtube.com/watch?v=EaL_dZfRt64
