Profil Agus Suparmanto: Eks Mendag Jabat Ketua Umum PPP Versi Muktamar X

Muhamad Fajar Riyandanu
30 September 2025, 10:32
Agus Suparmanto
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Agus Suparmanto
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah mengalami konflik internal berupa dualisme kepemimpinan. Muncul dua kubu yang masing-masing menggelar muktamar dan menetapkan ketua umum (Ketum) yang berbeda.

Agus Suparmanto dipilih sebagai ketua umum PPP versi Muktamar X di Ancol pada Ahad, 28 September 2025. Di sisi lain, Muhammad Mardiono juga mengklaim terpilih sebagai ketua umum melalui muktamar lain sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu 27 September 2025.

Kubu Mardiono menolak kemenangan Agus. Ketua Steering Committee Muktamar X sekaligus Wakil Ketua Umum PPP, Ermalena, mengatakan bahwa pencalonan Agus tidak sah.

Ia menyebut Agus melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) karena belum pernah menjabat posisi satu tingkat di bawah ketua umum selama satu periode. “Beliau juga berasal dari eksternal PPP," kata Ermalena pada Ahad (28/9).

Di sisi lain, pada hari yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Rommy membantah penetapan Mardiono sebagai Ketum PPP secara aklamasi. “Tidak betul Mardiono terpilih, apalagi secara aklamasi,” ujar Rommy dalam keterangannya di Jakarta.

Dualisme kepemimpinan PPP di Muktamar X 2025
Dualisme kepemimpinan PPP di Muktamar X 2025 (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.)

Profil Agus Suparmanto

Agus Suparmanto merupakan Menteri Perdagangan atau Mendag periode Oktober 2019-Desember 2020 saat masa Pemerintahan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Sebelum menjalani karir politik di PPP, ia sebelumnya pernah menjadi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Agus juga pernah aktif di bidang olahraga. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) selama dua periode, yakni 2014–2018 dan 2018–2022.

Pada periode kedua, Agus kembali terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan 27 dari 29 Pengurus Provinsi IKASI yang hadir dalam Musyawarah Nasional (Munas) IKASI di Bali pada 1–2 Desember 2018.

Agus Suparmanto juga dikenal sebagai pengusaha. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB), perusahaan galangan kapal yang beroperasi di Kepulauan Bangka Belitung.

Total Kekayaan Rp 1,62 Triliun

Agus Suparmanto tercatat memiliki total kekayaan hingga Rp 1,62 triliun dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Desember 2020, saat akhir menjabat sebagai Menteri Perdagangan.

Besaran data harta itu mencakup 15 unit tanah dan bangunan senilai Rp 896,4 miliar yang tersebar di sejumlah kawasan, antara lain Jakarta Selatan, Bandung, hingga sebuah bangunan di Singapura. Adapun dengan nilai tertinggi yakni tanah milik sendiri seluas 4.404 m2 di Jakarta Selatan seharga Rp 308, 28 miliar.

Agus Suparmanto saat itu juga melaporkan sejumlah kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,55 miliar yang mencakup mobil Lexus RX 300 Luxury 4X2 2019 seharga Rp 1,3 miliar dan mobil Lexus GS 300 AT 2006 seharga Rp 250 juta.

Selain itu, Agus juga tercatat menyampaikan kepemilikan harta bergerak lainnya Rp 950 juta, surat berharga Rp 766, 27 miliar serta kas dan setara kas sejumlah Rp 51,21 miliar. Agus juga melaporkan hutang Rp 91 miliar.

Riwayat Pendidikan

Agus Suparmanto lahir di Jakarta pada 23 Desember 1965. Ia menempuh pendidikan di ibu kota sejak kecil hingga remaja, mulai dari SD Budhaya Jakarta, berlanjut ke SMP Negeri 4 Jakarta, dan menamatkan sekolah di SMA Negeri 8 Jakarta.

Setelah lulus SMA, Agus melanjutkan studi di Universitas Nasional dengan memilih jurusan Ekonomi. Di luar pendidikan formal, ia juga memperdalam ilmu agama dengan belajar di pondok pesantren.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...