Prabowo Gelar Pertemuan dengan Jokowi Selama 2 Jam, Apa Maknanya?

Ade Rosman
6 Oktober 2025, 17:11
prabowo, jokowi, gibran
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr
Presiden Prabowo Subianto (kiri) yang juga Ketua Umum Partai Gerindra berjalan bersama dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (kedua kanan) saat menghadiri perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/10) kemarin.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai pertemuan itu bukanlah silaturahmi biasa. Ia pun meminta publik untuk mengantisipasi kebijakan yang akan dikeluarkan usai persamuhan itu. 

“Pertemuan ini adalah hal yang menarik, sudah pasti. Setelah ini kita lihat apakah ada kebijakan-kebijakan yang tiba-tiba muncul pasca pertemuan Pak Prabowo dan Pak Jokowi,” kata Hendri Satrio dalam keterangannya, dikutip Senin (6/10). 

Ia memprediksi dalam pertemuan selama kurang lebih dua jam itu, Prabowo dan Jokowi membahas sejumlah isu sensitif, termasuk perihal kasus ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga kunjungan Abu Bakar Ba'asyir ke kediaman Jokowi.

Hendri menilai, meskipun Prabowo dan Jokowi dikenal akrab, pertemuan kali ini terasa tidak biasa karena rangkaian kejadian politik sebelum dan sesudahnya.

Sejumlah peristiwa politk yang dumaksudnya yaitu demontrasi besar pada 28-31 Agustus 2025 yang menyeret nama Jokowi, reshuffle kabinet hingga pernyataan Jokowi yang meminta relawannya mendukung Prabowo-Gibran untuk dua periode.

Hal lainnya adalah kedatangan pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir hingga adanya isu permasalahan ijazah Gibran Rakabuming Raka.

“Jadi kejadian-kejadian itu yang kemudian akhirnya diduga oleh masyarakat penyebab kenapa Pak Jokowi mengharuskan dirinya ketemu dengan Pak Prabowo,” kata dia.  

Di sisi lain, pengamat yang kerap dipanggil Hensat itu juga menyoroti dipanggilnya dua menteri oleh Prabowo pasca pertemuan dengan Jokowi. Prabowo memanggil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto pada Sabtu (4/10). 

Menurutnya, pemanggilan dua menteri ini dilakukan di tengah isu ijazah Gibran yang kini bergulir dan kunjungan Ba'asyir yang bisa memicu kontroversi keamanan nasional.

“Kalau lihat kejadian-kejadiannya, menurut saya ada beberapa hal yang dibahas. Bisa saja tentang Abu Bakar, bisa saja tentang ijazah, bisa saja tentang reshuffle, atau dukungan Prabowo-Gibran dua periode,” katanya.

Ia juga memprediksi, dalam pertemuan selama dua jam itu, Jokowi juga menyampaikan dukungannya agar Prabowo-Gibran melanggeng dua periode dalam pertemuan selama dua jam tersebut. 

“Pasti ada hal yang penting. Mungkin salah satu di antara yang saya sebutkan tadi. Kalau tidak penting kan (bisa) Whatsapp-an atau teleponan saja,” katanya.

Sebelumnya, Jokowi memberikan arahan kepada relawannya agar mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode. 

Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah menjelaskan isi pertemuan Prabowo dengan Jokowi.  Prasetyo mengatakan kedua tokoh sempat membahas soal isu kebangsaan dan arah pemerintahan ke depan. Ia mengatakan, pertemuan antara keduanya berlangsung kurang lebih 2 jam.

“Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan. Termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal,” kata Prasetyo Hadi kepada wartawan seusai acara peringatan HUT ke-80 TNI yang digelar di Monas, Jakarta pada Minggu (5/10)

Politisi Partai Gerindra itu menyampaikan pertemuan keduanya saat ini akrab dan hangat. Menurut Prasetyo, Prabowo akan menyempatkan diri bertemu Jokowi jika tengah berada di Jawa Tengah.

Namun kali ini, saat Jokowi sedang berada di Jakarta sehingga keduanya sepakat untuk bertemu sambil makan siang. "Kebetulan Pak Jokowi ada di Jakarta. Sudah, janjian ketemu waktunya makan siang,” ujarnya.

Pertemuan dilakukan di kediaman Prabowo di Kertanegara pukul 13.00 WIB. "Berlangsung hampir dua jam," kata ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah pada Sabtu (4/10) dikutip dari Antara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...