Struktur PPP Usai Akhiri Dualisme: Mardiono Ketum, Agus Suparmanto Waketum
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengumumkan susunan kepengurusan pejabat teras masa bakti 2025-2030. PPP mengesahkan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum dan Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum. Selain itu, PPP juga menunjuk Taj Yasin Maimoen sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Pengumuman tersebut disiarkan oleh PPP melalui akun instagram @dpp.ppp. “PPP Kembali bersatu! Saatnya kita satukan langkah, kuatkan barisan, dan perjuangkan kembali cita-cita besar pada pendiri partai untuk umat dan bangsa,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Selasa (7/10).
PPP sebelumnya mengalami konflik internal berupa dualisme kepemimpinan. Muncul dua kubu yang masing-masing menggelar muktamar dan menetapkan ketua umum yang berbeda.
Agus Suparmanto dipilih sebagai ketua umum PPP versi Muktamar X di Ancol pada Minggu (28/9). Di sisi lain, Muhammad Mardiono juga mengklaim terpilih sebagai ketua umum melalui muktamar lain sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu 27 September 2025.
Kubu Mardiono menolak kemenangan Agus. Ketua Steering Committee Muktamar X sekaligus Wakil Ketua Umum PPP, Ermalena, mengatakan bahwa pencalonan Agus tidak sah.
Ia menyebut Agus melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) karena belum pernah menjabat posisi satu tingkat di bawah ketua umum selama satu periode. “Beliau juga berasal dari eksternal PPP," kata Ermalena pada Ahad (28/9).
Di sisi lain, pada hari yang sama, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Rommy membantah penetapan Mardiono sebagai Ketum PPP secara aklamasi. “Tidak betul Mardiono terpilih, apalagi secara aklamasi,” ujar Rommy dalam keterangannya di Jakarta.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas telah menandatangani Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan PPP yang diajukan kubu Muhamad Mardiono.
Supratman mengatakan, penandatanganan SK itu berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar ke-IX PPP di Makassar pada 2020 lalu yang tak berubah hingga saat ini.
“Kemarin pagi saya sudah menandatangani SK pengesahan kepengurusan Bapak Mardiono,” kata Supratman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10).
Mardiono menjadi pimpinan tertinggi PPP sejak 5 September 2022. Ia ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas.
