Pemerintah Bakal Cek 40 Ribu Pesantren Usai Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny
Pemerintah berencana meninjau sekitar 40 ribu bangunan pondok pesantren (ponpes) di seluruh Indonesia. Hal ini menyusul peristiwa ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September lalu.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan pengecekan tersebut akan dilakukan bersama dengan Kementerian Agama. Menurut Dody, peninjauan tersebut bakal lebih banyak menyasar ke pesantren yang berada di sejumlah kawasan di Sumatra dan Jawa.
“Sudah mulai menyisir. Sudah mulai bergerak sejak hari Senin ini,” kata Dody di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (8/10).
Prioritas pemeriksaan Ponpes akan difokuskan pada bangunan bertingkat, terutama yang memiliki dua lantai atau lebih. “Tentunya bangunan-bangunan yang berlantai dua ke atas. tiga, empat, lima lantai,” ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memeriksa struktur bangunan di pondok-pondok pesantren. Hal ini agar insiden sehingga ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny tidak terulang lagi.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, perintah diberikan Prabowo kepada Cak Imim dalam rapat terbatas di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (5/10).
"Serta memberikan bantuan dan menekankan kepada pemilik pondok untuk memperhatikan betul proses renovasi atau pengembangan gedung bila hendak membangun pondoknya," kata Teddy pada Minggu (5/10) dikutip dari Antara.
Sedangkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny telah menjadi perhatian khusus Prabowo. Presiden juga akan meminta evaluasi serta pendataan dari keamanan bangunan ponpes.
