Kapal Bermuatan BBM Terbakar di Laut Banda
Kapal bermuatan BBM atau Bahan Bakar Minyak jenis minyak tanah terbakar dan karam di sekitar perairan Pulau Gunung Api Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku pada Kamis (16/10) pagi menjelang siang.
Kantor Basarnas Ambon, Maluku menyebut delapan anak buah kapal alias ABK KM Sarana Perkasa selamat dari musibah itu. Mereka di antaranya La Samu (60), La Minggu (70), Saidin (25), Hariandi (46), Haji Usman (61), Hendrik (45), Aher (60), sementara satu korban selamat lainnya belum diketahui identitasnya.
Seluruh korban sudah dievakuasi ke Pulau Hatta dan Pulau Neira di Kecamatan Banda Neira, Maluku Tengah.
Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Ambon Andry Azwan Henaulu menyampaikan, menurut laporan, saat kapal mulai tenggelam para ABK mencoba untuk memindahkan BBM ke kapal-kapal nelayan menggunakan mesin alkom.
“Namun naas, selang mesin terputus, sehingga menyebabkan percikan api dan memicu terjadinya kebakaran kapal sekitar pukul 10.30 WIT," kata Andry di Ambon, Kamis (16/10).
Pada Kamis (16/10) pagi pukul 09.45 WIT, KM Sarana Perkasa bermuatan BBM jenis minyak tanah sebanyak 30 ton berlayar melalui rute Kota Masohi tujuan Banda Neira dengan delapan ABK. Kapal itu kandas dan bocor di perairan Pulau Gunung Api Banda.
Selanjutnya pada pukul 10.30 WIT kru kapal berusaha melakukan pemindahan BBM jenis minyak tanah dari kapal mereka ke kapal nelayan dengan menggunakan selang.
"Namun ketika melakukan proses pemindahan BBM, selang dari mesin alkom terputus sehingga menyebabkan percikan api dan memicu terjadinya kebakaran," ujarnya.
