Wall Street Loyo Imbas Kinerja Korporasi AS hingga Hubungan Dagang Dengan Cina

Karunia Putri
23 Oktober 2025, 06:33
wall street, bursa, saham, amerika serikat
Unsplash.com
Ilustrasi bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup turun pada perdagangan Rabu (22/10) waktu setempat. Koreksi terjadi setelah perkembangan baru dari Washington yang memperburuk kekhawatiran investor terkait hubungan dagang AS–Cina.

Pergerakan indeks juga diperburuk sentimen negatif dari laporan laba yang mengecewakan sejumlah perusahaan besar seperti Texas Instruments dan Netflix.

Industri Dow Jones turun 334,33 poin atau 0,71% ke level 46.590,41. S&P 500 turun 0,53% ke 6.699,40, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,93% ke 22.740,40.

Pada titik terendah sesi perdagangan, Dow Jones sempat anjlok lebih dari 400 poin atau sekitar 1%, sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun hingga 1,2% dan 1,9%.

“Meskipun laporan keuangan sejumlah perusahaan AS pada kuartal ketiga jauh lebih baik dari perkiraan, kekhawatiran masih membayangi,” ujar Thierry Wizman, ahli strategi valuta asing dan suku bunga global di Macquarie Group, dikutip dari CNBC, Kamis (23/10).

Ia mengatakan, beberapa laporan keuangan perusahaanpenting seperti dari Netflix dan Texas Instruments menunjukkan nada pesimis terhadap prospek kinerja ke depan.

Tekanan di pasar meningkat setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengonfirmasikan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan pembatasan ekspor ke Cina untuk produk yang dibuat dengan perangkat lunak asal AS. 

Langkah tersebut memperkuat sinyal dari Presiden Donald Trump yang dua pekan lalu menyatakan rencana menerapkan pembatasan ekspor pada 1 November untuk seluruh perangkat lunak penting.

Saham Texas Instruments turun 5,6% setelah laporan laba yang lebih rendah dari perkiraan dan panduan laba kuartal keempat yang lemah. Pelemahan ini turut menyeret saham sektor semikonduktor seperti On Semiconductor yang turun hampir 6%, Advanced Micro Devices (AMD) merosot lebih dari 3%. Sementara Micron Technology dan VanEck Semiconductor ETF (SMH) masing-masing turun sekitar 2%.

Saham Netflix juga menjadi penekan utama pasar setelah anjlok 10% akibat laba yang meleset dari proyeksi, dipicu sengketa pajak dengan otoritas Brasil.

Meski begitu, ada titik terang dari saham Intuitive Surgical, yang melonjak hampir 14% berkat capaian laba dan pendapatan yang melampaui ekspektasi.

Investor kini menanti laporan keuangan sejumlah emiten besar yang dapat menjadi katalis positif bagi pasar, seperti Tesla yang dijadwalkan merilis kinerjanya setelah penutupan perdagangan Rabu.  Laporan ini akan menjadi pembuka bagi hasil keuangan perusahaan raksasa teknologi yang dinanti pasar. 

Sejauh ini, lebih dari tiga perempat perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerja berhasil melampaui ekspektasi, menurut data FactSet.

Sebelumnya, Dow Jones sempat menorehkan rekor baru pada Selasa (21/10) dengan menembus level 47.000, didorong oleh hasil keuangan kuat dari Coca-Cola dan 3M. Namun, reli tersebut tertahan setelah Trump menyebut pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping pekan depan kemungkinan dibatalkan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...