Bertemu Presiden Brasil, Prabowo Jadikan Bahasa Portugis Prioritas di Sekolah RI

Andi M. Arief
23 Oktober 2025, 16:39
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva (kiri) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva guna
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva (kiri) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva guna membahas isu-isu global dan bilateral termasuk penguatan kerja sama kedua negara di sejumlah bidang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berencana memasukkan Bahasa Portugis menjadi salah satu bahasa asing prioritas yang dipelajari di dalam negeri. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintahan Brasil pada masa depan.

Prabowo menilai kerja sama dengan Brasil telah menghasilkan beberapa capaian yang baik. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mencatat nilai perdagangan antara negaranya dan indonesia telah tumbuh dua kali lipat dari US$ 2 miliar pada 2004 menjadi sekitar US$ 6 miliar pada tahun lalu.

"Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah membuat keputusan bahwa Bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas di sistem pendidikan Indonesia. Saya melakukan ini karena kami ingin hubungan bilateral dengan Brasil lebih baik," kata Prabowo di Istana kepresidenan Jakarta, Kamis (23/10).

Prabowo berencana memberikan instruksi kepada dua kementerian terkait integrasi Bahasa Portugis ke sistem pendidikan, yakni Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan kata lain, Bahasa Portugis akan masuk dalam kurikulum Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Prabowo mencatat saat ini ada delapan bahasa asing yang masuk dalam kurikulum pendidikan nasional, yakni Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa perancis, Bahasa Jerman, dan Bahasa Rusia. "Selain bahasa itu, Bahasa Portugis akan jadi bahasa asing prioritas bagi kami," katanya.

Di sisi lain, Prabowo Presiden Lula untuk melancarkan negosiasi perjanjian dagang dengan Mercosur. Seperti diketahui, Mercosur adalah blok perdagangan yang beranggotakan empat negara di Amerika Latin, yakni Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.  

Prabowo mengatakan jumlah pasar gabungan antara Indonesia dan Brasil mencapai sekitar 500 juta orang. Menurutnya, perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Mercosur atau IM-CEPA akan menghasilkan nilai ekonomi yang besar.

"Indonesia sekarang bagian dari BRICS. Kalau nanti ada IM-CEPA, itu akan sangat mendorong kekuatan ekonomi yang besar," kata Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Lula, Kamis (23/10).

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan akan menghasilkan empat persetujuan dan nota kesepahaman. Kepala Negara belum menjelaskan detail dari kesepakatan hasil pertemuan bilateral tersebut.  

Walau demikian, Prabowo mensinyalir proses perundingan empat kesepakatan bilateral tersebut telah dimulai pada Juli 2025. Seperti diketahui, Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasilia, Brasil setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di lokasi yang sama pada 6-7 Juli 2025.

"Terakhir saya ketemu dengan Presiden Lila pada Juli dan sekarang sudah Oktober 2025. Jadi, kita sudah menghasilkan kemajuan yang pesat selama selama dua bulan terakhir," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...