Netanyahu Sebut Israel akan Tentukan Negara yang Boleh Kirim Pasukan ke Gaza
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan menentukan pasukan asing mana yang akan diizinkan masuk Gaza untuk membantu mengamankan gencatan senjata.
Pernyataan Netanyahu ini merespons rencana Amerika Serikat dan sejumlah negara untuk berpartisipasi dalam keamanan Gaza. Salah satu negara yang berpotensi mengirimkan pasukan adalah Indonesia.
"Kami memegang kendali atas keamanan kami, dan kami juga telah menegaskan mengenai pasukan internasional bahwa Israel akan menentukan pasukan mana yang tidak dapat kami terima," kata Netanyahu pada Minggu (26/10) dikutip dari Reuters.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah berbicara dengan Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Turki dan Azerbaijan untuk berkontribusi pada pasukan multinasional.
Meski demikian, Netanyahu mengatakan rencana Israel menentukan asal negara pasukan telah diketahui oleh AS. "Ini, tentu saja, juga dapat diterima oleh Amerika Serikat," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia diminta ikut berpartisipasi dalam forum tersebut karena punya reputasi dan kredibilitas diplomatik.
Ia mengatakan, Indonesia diminta oleh empat negara mediator seperti AS, Turki, Qatar dan Mesir untuk bersedia mengawal perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
"Mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap, kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10).
